Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Ribuan Anak Yatim di Semarang Terima Santunan

Foto: Infopublik.id

Pemkab Semarang kembali menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu di masa pandemi Covid-19. Kali ini, giliran para anak yatim yang tidak tertampung di panti asuhan mendapat uang santunan.

SEMARANG - KABARE.ID: Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Semarang H Mundjirin kepada perwakilan anak yatim luar panti di aula Kantor Kecamatan Bawen, Jumat (9/10/2020).

Di hadapan puluhan perwakilan anak yatim, Bupati H Mundjirin mengharapkan mereka tetap bersemangat menjalani kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kondisi yang dialami anak-anak itu tidak harus menjadi halangan menggapai cita-cita setinggi langit.

“Tetap semangat menuntut ilmu untuk meraih masa depan yang baik. Pemerintah akan membantu memberikan kesempatan dan bantuan kepada kalian untuk mengembangkan diri,” katanya.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang HM Risun menjelaskan, program santunan anak yatim luar panti ini sebagai wujud komitmen Pemkab Semarang menjamin kesejahteraan sosial warganya.

Pada tahun ini, diberikan santunan kepada 3.653 anak yatim yang belum diasuh di panti. Jumlah itu hasil verifikasi dari usulan sebanyak 4.000 ribu dari seluruh kecamatan yang ada. Jumlah anak penerima di setiap kecamatan berbeda sesuai dengan usulan dan hasil verifikasi.

“Hasil pendataan, ada 8.000 anak yatim kurang mampu yang belum memperoleh pengasuhan di panti. Lewat dana APBD Kabupaten Semarang, program santunan ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu,” terangnya.

Jumlah anak yatim luar panti yang menerima santunan tahun ini sama dengan tahun 2019. Setiap anak yatim itu mendapat uang tunai Rp250 ribu.

Pemkab Semarang, lanjutnya, tetap berkomitmen memberikan santunan kepada seluruh anak yatim luar panti itu. Bahkan pada tahun 2021 mendatang, besaran uang santunan akan ditambah.

Pada tahun ini pula, Pemkab Semarang mengalokasikan dana Rp6 miliar untuk bantuan sosial kepada 600 lembaga pendidikan non formal keagamaan dan tempat ibadah. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post