Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Review Film Dilan 1990

Official Trailer Dilan 1990. (Falcon/ Youtube)

Film ini berhasil menggambarkan sosok Dilan dan Milea yang ada dalam novel Dilan, karya Pidi Baiq.

JAKARTA-KABARE.ID: Film Dilan 1990 yang diadopsi dari novel karya Pidi Baiq berhasil menggegerkan warganet di hari perdana pemutarannya, Kamis (25/1/2018).

Film yang mengambil setting tahun 90an ini berkisah tentang Milea Adnan Hussain (Vanesha Prescilla), siswi SMA yang pindah dari Jakarta ke Bandung dan bertemu dengan Dilan (Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan), panglima tempur yang pandai membuat Milea senang.

Film ini diawali dengan adegan Milea berangkat ke sekolah lalu bertemu dengan Dilan yang membawa motor Honda CB100 hasil modifikasi. Dalam adegan tersebut Dilan meramal mereka akan bertemu lagi di kantin.

Ramalan itu tentu salah karena Milea sengaja tidak datang, namun setelah itu datang ramalan kedua dan ketiga dan beragam cara unik Dilan yang berhasil membuat Milea rindu. Salah satunya adalah ketika Dilan berhadapan dengan Ayah Milea yang menyamar sebagai utusan kantin sekolah dan menawarkan menu baru.

 

Berhasil memerankan Dilan

Official Trailer Dilan 1990. (Falcon/ Youtube)

 

Sempat diragukan dapat memerankan karakter Dilan yang gahar sebagai panglima tempur sekaligus anak muda yang bertutur baku layaknya Sutan Takdir Alisjahbana. Iqbaal berhasil mematahkan tanggapan miring tentang sosoknya yang dinilai kental dengan gaya penyanyi cilik CJR.

Profesionalisme Iqbaal terbukti dapat memancing emosi penonton saat memerankan karakter Dilan. Salah satunya ketika Dilan memukul balik Suripto (Teuku Rifnu Wikana) saat menamparnya dihadapan banyak siswa.

Adegan berkelahi dengan Anhar (Giulio Parengkuan) juga dinilai sebagai salah satu adegan terbaik yang dapat menampilkan sisi gahar Dilan sebagai panglima tempur.

 

Vanesha cermianan karakter Milea

Official Trailer Dilan 1990. (Falcon/ Youtube)

 

Sejak pertama kali diumumkan Vanesha akan memerankan karakter Milea, publik sepakat kecantikan Vanesha memang mewakili gambaran sosok Milea. Apalagi pemilihan karakter Milea ini ditentukan langsung oleh Pidi Baiq, sang penulis novel Dilan.

Pilihan Surayah (panggilan akrab Pidi Baiq) memang tepat. Vanesha berhasil menggambarkan sosok Milea yang ada dalam novel Dilan. Padahal film Dilan 1990 merupakan debut pertama Vanesha di dunia perfilman.

 

Ada yang hilang

Official Trailer Dilan 1990. (Falcon/ Youtube)

 

Dapat dimengerti untuk menyajikan film yang sesuai dengan gambaran novel aslinya memang sulit. Kendati berhasil dari segi keseluruhan, film Dilan 1990 masih dirasakan sedikit mengganjal. Pertama saat menghadirkan nuansa Bandung tahun 1990 yang kurang maksimal. Penggunaan green screen dalam adegan Bunda Dilan saat berdialog dengan Milea masih terlihat kurang halus.

Kedua, beberapa adegan tidak ditampilkan dalam film ini atau dipersingkat. Salah satunya saat Dilan membonceng Milea ketika hujan. Dalam versi novel adegan ini memiliki dialog yang kuat. Adegan ini hanya ditampilkan beberapa detik sebagai penutup tanpa dialog pamungkas. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post