Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Retrospeksi Perjalanan Fajar Nurhadi Mengenal Teknik Cetak Grafis

Fajar Nurhadi, tampak instalasi, Ganara Art Gallery, 2018, Courtesy of Ganara Art Gallery.

Fajar Nurhadi menyesuaikan diri dengan perkembangan seni grafis dengan perenungan dan refleksi diri sendiri, yang pada akhirnya dituangkan melalui eksperimen cerita dan ekspresi simbolis dalam karyanya. Ia menyebutnya, kebingungan yang menentukan arah.

JAKARTA-KABARE.ID: Ganara Art Gallery menggelar pameran tunggal Fajar Nurhadi sebagai bagian dari program YAS (Young Artist Exhibition). Pameran ini berlangsung mulai 7 Juni hingga 28 Juni 2018 di galeri Ganara, Jl Kemang Raya 8B, Jakarta Selatan.

Dengan pengantar pameran oleh M Hasnan Habib, pameran ini menampilkan retrospeksi perjalanan Fajar dari awal mula mengenal teknik cetak grafis sampai sekarang.

Seni grafis memanfaatkan fleksibilitas kertas sebagai medium eksperimen dan ekspresi terutama bagi pegrafis muda. Fajar, dengan perilaku pegrafis mudanya yang sangat mudah menerima pengaruh dari sekitarnya, pun menyesuaikan diri dengan perkembangan seni grafis dengan perenungan dan refleksi diri sendiri, yang pada akhirnya dituangkan melalui eksperimen cerita dan ekspresi simbolis dalam karyanya.

Berawal pada meluapnya konflik yang acap kali memunculkan lamunan akan identitas, sikap, serta penentuan posisi di medan grafis, ditambah pula dengan sikap “adaptif”, Fajar mencoba menanggapi dengan sebuah metafora pribadi dalam proses pematangan diri. Hal ini dapat dilihat dari seri Hanging Prints, yang menjadi kulminasi dari proses penanggapan tersebut.

Bagai sebuah jemuran, kondisi menjemur mencerminkan keadaan yang tak basah pun tak kering. Proses menjemur dalam seni grafis juga dikenal dekat dalam mengeringkan hasil cetak. Menjemur dari lensa Fajar, selain dikenal dengan teknik yang dekat dengan proses berkarya, juga merupakan proses pematangan diri dan jawaban atas pergumulan pemikiran impulsif, menuju kedewasaan berpikir dan berkarya.

Kebingungan yang menentukan arah, begitulah perjalanan karya Fajar Nurhadi. Rasa terasing dalam suatu ruang yang direka, pada akhirnya akan terlihat jalan keluar serta membuat pribadi lebih peka dalam hubungan antar peristiwa yang terjadi.

Fajar Nurhadi, tampak instalasi, Ganara Art Gallery, 2018, Courtesy of Ganara Art Gallery.

 

Fajar Nurhadi lahir di Bandung, 1993. Ia merupakan seniman muda grafis Indonesia. Menempuh pendidikan seni rupa di Institut Teknologi Bandung, Fajar aktif berkarya dan mengikuti pameran baik nasional maupun internasional seperti “Pameran Seni Grafis ASEAN 2 & Pameran” di Museum Seni Rupa Vietnam, serta “Konspirasa: pameran seni & desain” di Bandung.

Selain berpameran, Fajar juga aktif dalam berbagai kompetisi seni, terutama seperti “International Printmaking Triennale V” di Bentara Budaya, di mana ia memperoleh penghargaan sebagai finalis.

Fajar Nurhadi, tampak instalasi, Ganara Art Gallery, 2018, Courtesy of Ganara Art Gallery.

 

Program YAS merupakan program Ganara.art untuk mendukung langkah pengenalan karya seniman muda dan berbakat kepada publik.

Tiap bulan program ini menawarkan kesempatan pada seniman terpilih untuk berpameran tunggal selama dua minggu. (rls)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post