Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Reog Ponorogo dan Tarian Papua Hipnotis Publik Australia

Reog Ponorogo hipnotis publik Australia. (Foto: Kemenlu RI)

Reog Ponorogo dan tarian Papua berhasil mengundang decak kagum publik Australia di National Multicultural Festival (NMF) 2019 di Canberra yang diselenggarakan pada pekan kemarin.

AUSTRALIA-KABARE.ID: Partisipasi Tim Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho dalam kegiatan ini didatangkan langsung dari Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Sementara para penari tarian Papua merupakan tim gabungan yang terdiri dari penari dari Jakarta, pelajar Indonesia di Australia dan staf KBRI Canberra

Michelle (16), WN Australia, yang merupakan salah satu penonton yang hadir, mengaku sangat mengagumi tarian dan kostum Reog Ponorogo. "Menurut penilaian saya, penampilan Indonesia sangat unik, menarik, dan mistis", ujarnya dalam keterangan resmi Kemenlu, Senin (18/2/2019).

Baca juga: Teater Boneka Papermoon dari Yogyakarta Pentas di Pakistan

Selain Panggung Budaya, Indonesia juga berpartisipsi di parade yang dilakukan di sepanjang jalan London Circuit yang berada di pusat Kota Canberra.

Duta Besar Kristiarto Legowo dan DCM Derry Aman memimpin langsung kontingen Indonesia pada parade multi-budaya ini dengan berbaur bersama masyarakat umum.

Kata-kata 'Wow' berulang kali terlontar dari para penonton ketika menyaksikan parade Indonesia khususnya para peraga Reog Ponorogo yang dikelilingi para penari staf KBRI yang berpakaian Warok dan Jathil, berlenggak-lenggok memamerkan keindahan gerakan dan kostumnya.

Baca juga: Festival Imlek Tanjung Pinang Ditutup dengan Semarak Budaya Nusantara

Reog Ponorogo merupakan satu dari sejumlah atraksi budaya yang ditampilkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, selain Tari Papua, Kuda Lumping, serta workshop alat musik Rindik khas Bali pada NMF tahun 2019 ini.

Menteri urusan Multikultural Canberra, Chris Steel, dan Komisioner untuk International Engagement Kota Canberra, Brendan Smyth menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia yang berada di ASEAN Village.

Acara pembukaan ASEAN Village di NMF tahun ini dihadiri oleh seluruh Duta Besar negara anggota ASEAN di Canberra serta wakil dari Pemerintah Australian Capital Territory.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan Gong Bali yang memang sudah menjadi alat musik popular di Indonesia. Selain pertunjukan budaya negara anggota ASEAN, ditampilkan juga Joget Berhibur oleh Malaysia, alunan musik petik oleh Filipina, dan tarian tradisional Fhon Khom Khum dari Thailand.

Baca juga: Melihat "Wayang" Sasya Tranggono di Galeri Nasional Indonesia

Di Paviliun Indonesia disajikan berbagai barang promosi budaya Indonesia mulai dari daerah Jawa hingga Bali. Beberapa pengunjung terlihat memadati Paviliun Indonesia dan mengambil brosur pariwisata Indonesia yang memang sengaja disediakan.

Sambil melihat tampilan video promosi pariwisata, pengunjung juga terlihat bertanya mengenai “10 Bali Baru” destinasi pariwisata Indonesia. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang mengaku penasaran ingin berkunjung langsung ke Indonesia untuk mempraktekkan bahasa Indonesia yang pernah dipelajari di sekolah sebelumnya.

Tidak hanya itu, Paviliun Indonesia juga memamerkan dan membagikan sampel berbagai produk-produk Indonesia yang telah merambah pasar Australia, seperti kerajinan rotan, mie instan, bumbu dapur, minuman dalam kemasan, snack, dll.

Barang- barang produk Indonesia ini merupakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan DWP KBRI Canberra. Tidak ketinggalan Becak dan Ondel-Ondel Betawi sebagai photo booth menjadi atraksi tersendiri bagi Pengunjung yang hadir untuk selfie atau foto bersama keluarga.​

Baca juga: Para Tatung Memperlihatkan Ilmu Kebal di Festival Cap Go Meh Singkawang 2019

NMF merupakan ajang perhelatan multi seni-budaya dan makanan serta tarian terbesar di Ibu Kota Australia yang diadakan setiap tahun dan diikuti oleh komunitas dari berbagai negara di dunia.

Rata-rata pengunjung yang datang mencapai hampir 300 ribu orang. Partisipasi Indonesia pada ajang multi-seni budaya di Canberra ini sudah menjadi acara tahunan yang selalu ditunggu oleh Publik Australia. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post