Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Remaja di Inggris jadi Buta dan Tuli Karena 10 Tahun Hanya Makan 'Junk Food'

Ilustrasi: iStock

Kejadian ini mungkin bisa jadi peringatan berharga agar kita tidak berlebihan menyantap junk food.

JAKARTA – KABARE.ID: Seorang remaja di Inggris menjadi buta dan tuli di usia 17 tahun akibat memakan junk food setiap hari selama 10 tahun terakhir.

Seperti dilansir Telegraph, remaja tersebut diyakini merupakan orang pertama yang mengalami kebutaan dan tuli karena rutin mengkonsumsi keripik kentang, roti putih dan daging olahan pabrik.

Hanya mengkonsumsi "junk food" yang tinggi kalori dan minim nutrisi, membuat dia kekurangan banyak vitamin serta nutrisi penting untuk pertumbuhan. Alhasil remaja ini mengalami nutritional optic neuropathy (NON), kondisi di mana tubuh menderita berbagai gangguan medis dengan gejala utama terjadinya kerusakan fatal pada penglihatan.

NON umumnya terjadi akibat kurang vitamin B-kompleks seperti B1, B12, B6, B3 dan B2. Kekurangan folic acid juga disinyalir menjadi salah satu pemicu risiko NON. Tak hanya itu, remaja yang diketahui berasal dari Bristol tersebut juga menderita tulang rapuh.

Baca juga: Rahasia Keanu Reeves Awet Muda

Sang ibu yang menolak disebutkan namanya bercerita bahwa putranya tersebut hanya mau makan keripik, sosis, ham dan roti putih sejak usianya 7 tahun. Remaja tersebut diketahui mengalami gangguan makan yang dinamakan ARFID (avoidant-restrictive food intake disorder).

Penderita ARFID kerap menghindari makanan dengan tekstur, aroma, rasa atau tampilan tertentu. Dalam kasus ini, dia ternyata tidak menyukai rasa dan tekstur buah-buahan serta sayuran. Makanan yang bisa disantapnya pun hanya junk food.

"Aku membuatkannya sandwich dan memasukkan apel atau buah-buahan lain (ke bekal makanan) tapi dia tidak mau memakannya sama sekali. Guru-gurunya kala itu juga khawatir," cerita sang ibu kepada Independent.

Remaja tersebut mulai kehilangan pendengarannya di usia 14 tahun. Disusul dengan kebutaan di usia 17 tahun. "Penglihatannya menurun cepat sekali, sampai pada titik di mana sekarang dia legally blind. Kamu diberitahu kalau kerusakannya tidak bisa diperbaiki; ini seperti mimpi buruk," ujar ibunya.

Baca juga: Jokowi Terpingkal-pingkal Saat Nonton Wayang Kulit di Purworejo

Legally blind merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut kemampuan melihat seseorang setelah dilakukan pengukuran ketajaman penglihatan. Legally blind terbagi jadi dua kategori, buta total atau kerusakan penglihatan.

Ibu remaja tersebut mengatakan kalau anaknya yang kini telah berusia 19 tahun tidak memiliki kehidupan sosial lagi karena kondisinya. Setelah lulus SMA, dia melanjutkan pendidikan dengan berkuliah di jurusan IT. Tapi harus menyerah dengan keadaan karena penglihatan dan pendengarannya kala itu semakin memburuk.

"Dia tidak bisa melihat atau dengar apapun," curhat sang ibu.

Meskipun sudah buta dan tuli, dia masih tetap mengonsumsi makanan yang sama setiap harinya. Dr Denize Atan, dokter yang menangani remaja tersebut mengatakan, junk food masih menjadi makanan utamanya, tetapi nutrisinya ditambah dengan konsumsi suplemen vitamin.

“Sebenarnya masalah utama bukan di makanan olahannya. Namun karena dia hanya makan jenis makanan itu tanpa tambahan makanan lainnya. Nutrisi sangatlah penting untuk memelihara kesehatan mata dan telinga, tetapi banyak orang yang tidak peduli akan hal itu," jelas dokter dari University Hospitals Bristol NHS Foundation Trust itu. (det/bas)

 

Sumber: detik.com
Editor: Baskoro Dien

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post