Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Rayakan 60 Tahun Persahabatan, Indonesia-Kamboja Gelar Pertunjukan Budaya

RI-Kamboja gelar budaya bersama rayakan 60 tahun persahabatan. (Foto: Kemenlu RI)

Sebuah pagelaran budaya Indonesia-Kamboja telah diselenggarakan untuk memperingati 60 Tahun Hubungan Diplomatik antara kedua negara.

KAMBOJA-KABARE.ID: Acara yang diselengarakan di Chaktomuk Convention Hall, berkapasitas lebih dari 700 orang tersebut dihadiri oleh Raja Kamboja, His Majesty Preah Bat Samdech Preah Boromneath NORODOM Sihamoni serta beberapa Menteri dan pejabat tinggi Kamboja.

Turut hadir Menko PMK RI, Puan Maharani, ratusan tamu VIP dari kalangan korps diplomatik, Organisasi Internasional, peserta Pusat Budaya Indonesia Pusbudi Nusantara, dan para alumni Indonesia dan friends of Indonesia.

Penampilan pertama dari pertunjukan bersama ini diisi dengan Tari Prey Prasith persembahan sebuah grup tari ternama Royal Ballet of Cambodia yang juga menampilkan Robam Boung Soung (Praying Dance).

Baca juga: KBRI Kairo Gelar Pertunjukan Seni Budaya di Mesir

Selain itu, muda-mudi murid Pusbudi Nusantara (sebagian besar Warga Negara Kamboja) juga mempersembahkan Tari Cawan dari Sumatra serta pertunjukan kolintang mengiringi lagu Bengawan Solo yang dinyanyikan oleh Putri Norodom Rattana Devi dan Intan Andriana serta lagu Madu dan Racun (versi Indonesia dan Inggris) dinyanyikan oleh Sa Phily.

Bukan hanya itu, sebuah Mini Chamber Orchestra yang dibentuk oleh Metta Legita, musisi Indonesia di Phnom Penh berkolaborasi dengan pemusik lokal Kamboja dan internasional membawakan lagu Bubuy Bulan, Fragmen dan Chnam Mun.

Saat mengisi interval, semangat anak-anak Indonesia dengan kostum tradisional kedua negara juga terpancar dari parade 2 lagu pop Indonesia dan Kamboja bertemakan nasionalisme yang disambut riuh tepuk tangan penonton.

Baca juga: Reog Ponorogo dan Tarian Papua Hipnotis Publik Australia

Sebagai bintang tamu, KBRI mengundang Kinarya Gencar Semarak Perkasa yang menampilkan Tari Gending Sriwijaya, Turonggo Taruna Jaya, Gandrung Sekar Dewi, Topeng Kelana dan Lenggang Seri Kelana.

Tari dan lagu dalam Lenggang Seri Kelana diciptakan secara khusus untuk persahabatan Indonesia-Kamboja oleh Guruh Sukarno Putra, Pimpinan Kinarya GSP yang turut hadir dalam acara tersebut.

Hidup Persahabatan Indonesia-Kamboja/ Cheyo Mittepheap Indonesia Kampuchea”, demikian teriakan yel yel GSP saat menutup 5 penampilannya yang disambut dengan meriah.

Baca juga: Teater Boneka Papermoon dari Yogyakarta Pentas di Pakistan

​Sebagai penutup, lagu pop Kamboja berjudul Arapiya dengan Kolintang persembahan Pusbudi kembali mengalun mengiringi tarian seluruh penari yang berkumpul di atas panggung.

Suasana haru dan kentalnya persahabatan belumlah usai hingga pemberian lukisan Putri Buppha Devi karya Guruh Sukarno Putra diserahkan oleh Guruh kepada Raja Norodom Sihamoni serta penyerahan suvenir oleh Menteri Puan Maharani kepada Raja.

“Dengan berkumpul dan berbaurnya masyarakat kedua negara dari berbagai lapisan yang sama-sama menikmati indahnya perbedaan budaya kedua negara, acara ini diharapkan dapat lebih mempererat rasa persahabatan antara Indonesia dan Kamboja yang pada gilirannya dapat mendorong kerja sama bilateral kedua negara”, ucap Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng dalam keterangan resmi Kemenlu, Senin (18/2).

Baca juga: Festival Imlek Tanjung Pinang Ditutup dengan Semarak Budaya Nusantara

Dalam penyelenggaraan acara ini, KBRI Phnom Penh bekerja sama dengan Royal Palace, Kemlu Kamboja, Kementerian Kebudayaan Kamboja serta didukung pula oleh Badan Ekonomi Kreatif dan WNI di Kamboja.

Kegiatan perayaan 60 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Kamboja sebelumnya diawali dengan Futsal Persahabatan antara KBRI dan WNI dengan tim dari Kemlu Kamboja pada 26 Januari 2019 lalu.

Kegiatan-kegiatan peringatan akan dilanjutkan dengan program seperti olah raga (turnamen golf dan bowling), seminar, pameran pendidikan, perdagangan dan pariwisata, pemutaran film dan sebagainya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post