Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Ratusan Muda Mudi di Bali Kenalan Pakai Tari Janger

Tari Janger. (Instagram)

Tari Janger adalah ajang kenalan pemuda antar desa satu dengan desa lain dengan gerakan sederhana namun ceria dan bersemangat. Tarian ini merupakan pergaulan remaja di Bali yang ditarikan oleh belasan penari yang berpasangan.

DENPASAR-KABARE.ID: Budaya Indonesia punya beragam cara unik untuk merekatkan masyarakat di satu desa dengan desa lainnya, atau lazimnya disebut ‘kenalan’. Di Bali misalnya, ada tari Janger yang dipentaskan untuk saling mengenal satu sama lain antara dua desa yang berbeda.

Baru-baru ini, Minggu (8/4), ratusan anak-anak hingga remaja dari daerah Nusa Lembongan, Kabupaten Klukung, Bali saling berkenalan dengan generasi muda dari Desa Sesetan, Kota Denpasar dalam pentas tari Janger massal, sebagai rangkaian ajang Bali Mandara Nawanatya III.

Para penari Janger massal tersebut berasal dari Sanggar Ratu Kinasih dari Nusa Lembongan dan Sanggar Kekeran Budaya dari Denpasar. Sanggar Ratu Kinasih mememtaskan tari bertajuk Tari Janger Indonesia Indah yang menceritakan cara untuk mempertahankan kesatuan bangsa dengan diselingi gending-gending bertemakan cinta Tanah Air. Sebanyak 200 penari terlibat dalam pementasan ini.

Sedangkan Sanggar Kekeran Budaya memadukan Janger dengan dolanan (permainan tradisional) bertajuk Kedis Sangsiah.

Baca juga: Diah Wijayanti, Pelestari Tari Tradisional Indonesia

Dilansir dari Antara, pengamat seni I Nyoman Astita mengatakan, para penari tersebut cukup mengesankan dan berhasil menghipnotis penonton yang hadir. Tarian yang biasanya ditampilkan oleh belasan orang kini ditampilkan oleh ratusan orang sehingga menjadikannya sebagai sesuatu yang baru tentang Janger.

“Secara umum pementasan sudah tertata dengan baik. Tetapi yang perlu dikritisi, yakni memasukan unsur bondres (lelucon) karena bonres sering mencuri panggung,” kata Astita.

Kendati penting, Astita menekankan, menampilkan bondres perlu hati-hati karena jika tidak menyatu dengan alur Janger dan juga alur cerita maka akan menjadi bumerang bagi pementasan tari Janger. “Ini perlu hati-hati kalau kita berkolaborasi dengan bondres, apalagi tidak disutradarai dengan baik,” katanya.

Baca juga: Melihat Komik Dengan Wujud yang 'Berbeda'

Tari Janger merupakan tari pergaulan remaja di Bali yang ditarikan oleh belasan penari yang berpasangan, yaitu kelompok putri yang dinamakan janger dan kelompok putra yang dinamakan kecak. Mereka menari sambil menyanyikan Lagu Janger secara bersahut-sahutan.

Tari Janger adalah ajang kenalan pemuda antar desa satu dengan desa lain dengan gerakan sederhana namun ceria dan bersemangat. Karena berkembang di masing-masing komunitas, muncul varian yang dibumbui dengan gaya tersendiri, seperti Janger dari Tabanan yang memunculkan tokoh berpakaian Belanda yang tugasnya memberi aba-aba kepada para penari.

Ada juga Janger dari Desa Metra, Bangli yang dipentaskan dengan ritual kesurupan pada akhir pertunjukannya. Janger jenis ini dinamakan Janger Maborbor, para penarinya yang kesurupan menari sambil menginjak bara api. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post