Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Rangkul Dyandra Academy, Kemendikbud Beri Pelatihan Pendidikan Vikasi ke 500 SMK

Foto: Istimewa

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud bersama Dyandra Academy akan memberi pelatihan kepada 500 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tahun ini.

KABARE.ID - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud bersama Dyandra Academy akan memberi pelatihan kepada 500 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tahun ini.

Dikutip dari Kompas.com, pelatihan akan diberikan kepada Kepala SMK, Wakil Kepala SMK, dan guru-guru SMK.

"Pelatihan bisa Kehumasan, Social Media Marketing, dan Digital Marketing Strategy," ucap Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto saat melakukan pertemuan dengan Dyandra Academy, Kamis (14/1/2021).

Selain itu, kata Wikan, pelatihan juga bisa diberikan kepada 100 perguruan tinggi vokasi.

Dia meyakini, apabila siswa dan mahasiswa vokasi telah memperoleh ilmu social media marketing dan digital marketing strategy, maka mereka tidak susah mencari tempat magang di perusahaan.

Karena, mereka sudah memiliki aset dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

"Misalnya SMK atau perguruan tinggi vokasi sudah punya akun YouTube dengan subscriber puluhan ribu dan akun Instagram juga banyak follower, jadi perusahaan bisa lihat SDM-nya dari situ," jelas dia.

Untuk itu, dia meminta Direktur Mitras Dudi Kemendikbud Ahmad Saufi dan pihak Dyandra Academy untuk memikirkan teknis pelatihannya secara matang.

"Ini tujuannya untuk 2 juta orang magang per tahun. Memang sulit bagi pak Saufi, tapi saya yakin bisa," jelas dia.

Saat ini, lanjut Wikan, ada mata pelajaran baru bagi SMK, yakni digital technology. Jadi, pelatihan ini sejalan dengan mata pelajaran baru yang akan dilaksanakan di SMK.

Terkait pelatihan skill dan knowledge, Rumpoko Hadi selaku Dyandra Academy Director menyatakan, kerjasama Dyandra Academy dengan Ditjen Pendidikan Vokasi telah terjalin di tahun 2020.

Yakni, melatih 20 Kepala SMK dan 20 Guru atau Wakil Kepala SMK.

Untuk 20 Kepala SMK, pelatihan yang diberikan terkait Digital Marketing Strategy. Sedangkan 20 Guru atau Wakil Kepala SMK, mereka dilatih terkait Social Media Marketing.

Dari hasil pelatihan, setidaknya 20 Kepala SMK alami peningkatan knowledge sebesar 22 persen dan 35 persen perubahan skill.

"Sedangkan 20 Guru dan Wakil Kepala SMK, mereka alami peningkatan knowledge 37 persen dan peningkatan skill 35 persen," ungkap Rumpoko.

Terkait tantangan tawaran pelatihan ke 500 SMK, dia akan membicarakan hal itu lebih lanjut dengan Direktur Mitras Dudi Kemendikbud.

"Kami siapkan mentor latih SMK. Kami banyak mentor, dari divisi Marketing Communication, penyiar atau media, kehumasan, dan lainnya. Kami ada 50 mentor," tutup dia. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post