Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Raih Penghargaan dari Leprid, Waldjinah: Saya Jaga Keroncong Sampai Tutup Usia

Penyanyi Keroncong, Waldjinah meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/7). (Instagram/peterpurnomo123)

Waldjinah telah berkontribusi terhadap musik keroncong Indonesia sejak tahun 1958. Hingga saat ini, ia telah menghasilkan lebih dari 200 karya album keroncong serta 1.700 lagu.

SEMARANG-KABARE.ID: Penyanyi legendaris Waldjinah baru saja menerima penghargaan sebagai Maestro Keroncong Wanita Indonesia dan Dunia dari Lembaga Prestasi dan Rekor Indonesia-Dunia (Leprid), Minggu (8/7/2018).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pendiri dan Direktur Leprid, Paulus Pangka di Balemong Resort Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

“Beliau (Waldjinah) layak dikatakan sebagai maestro musik keroncong Indonesia dan Dunia, karenannya penghargaan kita berikan,” papar Paulus Pangka, seperti dikutip sindonews.com.

Menghasilkan 1700 lagu

Penghargaan diberikan karena Waldjinah telah menunjukkan komitmen dan loyalitas sebagai seorang penyanyi lagu keroncong selama 60 tahun dan melestarikan musik asli Indonesia tersebut.

Waldjinah terhitung mulai aktif bernyanyi lagu keroncong sejak 1958, di mana saat itu baru berusia 12 tahun. Hingga sekarang, Waldjinah sudah menelurkan karya yang dikemas menjadi 200 album dan 1.700 buah lagu.

Tak hanya itu, Waldjinah juga memiliki kontribusi positif bagi generasi muda dan masyarakat dengan aktif dalam Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI). “Ibu Waldjinah juga membuka kursus menyanyi keroncong di rumahnya,” ujar Paulus menambahkan.

Waldjinah juga dinilai sebagai sumber referensi bentuk musik keroncong asli dari Indonesia. “Pakemnya musik keroncong memang berkiblat ke beliau. Beliau masih mempertahankan bentuk musik keroncong yang masih original,” papar Paulus.

Bangga

Saat ditanya bagaimana perasaanya, Waldjinah mengaku bangga atas penghargaan tersebut. Dia mengungkapkan, musik keroncong yang asli Indonesia memang harus tetap dilestarikan. “Saya akan menjunjung tinggi musik keroncong sampai tutup usia,” ucap Waldjinah.

Pada kesempatan tersebut, Waldjinah menceritakan bagaimana ia memulai karir sebagai penyanyi keroncong. Di usia yang terbilang masih kecil, ia sudah aktif membawakan musik keroncong dari kampung ke kampung.

“Pernah juga memperoleh penghargaan dari Pak Karno (Presiden Pertama RI), dan diundang untuk menyanyi di istana negara, tahunnya berapa itu lupa,” katanya.

Salah satu mahasiswi asal Amerika Serikat, Hannah Standiford mengaku terinspirasi atas kontribusi dan prestasi Waldjinah, untuk melakukan penelitian terkait musik keroncong.  Dia mengaku tertarik dengan musik asli Indonesia tersebut.

“Saat itu di 2015 saya mulai tertarik keroncong saat itu saya tengah di Solo,” kata Hannah. Dan berawal dari situlah, Hannah selalu aktif meneliti dan belajar musik keroncong di Solo. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post