Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Punika Deli, Lebih dari Sekadar 'Coffee Shop' Biasa

Punika Deli hadirkan konsep deli pertama di Jogja. (Foto Kabare/ Della Yuanita)

Punika Deli hadir melengkapi pengalaman berbeda para 'coffee lovers' di Jogja. Mengusung konsep casual elegan yang dipadukan dengan sentuhan klasik, café ini menyuguhkan sajian aneka menu mulai dari kopi, pastry, French bread, bakery dan gelato.

Yogyakarta - Bagi masyarakat Jogja, café berkonsep deli terbilang baru dan unik. Nama Punika Deli merupakan perpaduan kata dari Bahasa Krama Hinggil Jawa dan Bahasa Prancis. Punika dari Krama Hinggil artinya ini dan deli berasal dari kata delicatessen, diadopsi dari Bahasa Prancis (delicatesse) yang artinya makanan lezat.

Deli yang populer di Eropa fungsinya hampir sama seperti supermarket, yakni menjual berbagai makanan segar dan kering. Bedanya, deli dilengkapi dengan bahan makanan impor yang biasanya sulit didapat di wilayah tersebut.

“Punika Deli melengkapi rak-raknya dengan cokelat, softdrink, cookies, teh dan kopi. Selain sebagai pioneer café dengan konsep deli, Punika Deli juga termasuk cafe yang mengenalkan cold brew pada para pecinta kopi di Jogja. Kami juga menyediakan makanan cepat saji (fastfood) yang umumnya mudah diolah dan bahan bakunya berasal dari deli ini sendiri,” kata Sigit Diana, Manajer Punika Deli di Yogyakarta, Rabu (11/1).

Sigit mengatakan jika café ini sangat cocok untuk semua kalangan dengan range harga Rp20 ribu hingga Rp108 ribu. Outlet ini juga dinilai cocok dengan kalangan anak muda, mahasiswa hingga para eksekutif muda. “Kehadiran café yang mampu menampung pengunjung sampai 75 orang ini bukan untuk berkompetisi dengan tempat lain namun untuk melengkapi pilihan kuliner di Jogja,” ujarnya.

Sementara itu, Marketing & Communication Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Khairul Anwar menambahkan beberapa menu yang menjadi ikon dari Punika Deli. Di antaranya cold brew coffee dengan dua pilihan yakni black cold brew coffee dan white cold brew coffee yang merupakan campuran kopi, coconut milk dan nektar. Kopi cold brew sangat alami, dibuat tanpa gula tambahan dan pengawet sehingga sehat.

“Cold brew ini lebih tidak asam 67% bila dibandingkan hot coffee. Kami juga menggunakan kopi lokal dari Jawa dan Sumatera. Untuk black cold brew bisa bertahan hingga satu bulan dan white cold brew hanya lima hari karena ada campuran coconut milk. Kami selalu memberi label expired date di tiap botolnya sehingga pembeli bisa mengetahui sampai kapan ketahanannya,” ujarnya.

Della Yuanita

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post