Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Puncak Perayaan Hari Puisi Indonesia Bergeser Waktu Karena Terkait Dana

Pengunjung tampak bersantai di halaman Plaza Ismail Marzuki di kawasan Taman Ismail Marzuki. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Yayasan Hari Puisi kembali akan menggelar puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Tahun ini, puncak perayaan HPI sudah memasuki tahun keenam dengan tema “Puisi sebagai Renjana dan Sikap Budaya”.

JAKARTA-KABARE.ID: Bila tahun-tahun sebelumnya rangkaian acara Hari Puisi Indonesia (HPI) dilaksanakan pada bulan Oktober, tahun ini puncak perayaan HPI dikemas dalam dua acara, yakni Pesta Puisi Rakyat 2018 (17-18 November 2018) di Lapangan Parkir Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Malam Anugerah HPI 2018 (29 Desember 2018) di Teater Jakarta, TIM.

Menurut Asrizal Nur selaku Ketua Panitia Hari Puisi Indonesia 2018, hal tersebut terjadi karena terkait dana dan masalah tempat acara yang penuh di TIM.

“Melalui puisi, kita dapat mengobarkan gairah kebangsaan dan merayakan kebinekaan Indonesia. Dengan demikian, puisi akan menjadi sikap budaya dalam segala hal sebagai pilar dan dasar kebudayaan bangsa Indonesia,” ujar Asrizal dalam siaran pers yang diterima Kabare.id, Jumat (16/11/2018).

Ia menambahkan, selama ini kebudayaan diartikan secara artifisial, padahal lebih dari itu, kebudayaan sesungguhnya memiliki sesuatu yang lebih subtansial, yakni tentang sikap hidup dan norma sosial.

Maman S Mahayana selaku ketua Yayasan Hari Puisi, mengatakan tema Puisi sebagai Renjana dan Sikap Budaya dipilih untuk menegaskan bahwa sesungguhnya puisi telah memberikan spirit dan renjana bagi bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam puisi besar bernama Soempah Pemuda.

“Tema ini bertujuan supaya bangsa Indonesia punya kesadaraan betapa pentingnya membangun bangsa dan negara ini dengan dasar kebudayaan, dan puisi sebagai pintu masuk sekaligus pintu keluar untuk memberikan penyadaran tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kesadaran akan persatuan dan kesatuan bangsa, memperkuat makna toleransi, serta menutup tersebarnya ujaran kebencian. “Nah, puisi merangkum itu semua, sehingga dapat dikatakan bahwa puisi adalah renjana sekaligus ruh kebudayaan itu sendiri,” ujarnya.

 

Pesta Puisi Rakyat 2018

Pesta Puisi Rakyat 2018 berlangsung mulai pukul 09.00 - 23.00 WIB. Acara ini direncanakan akan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Acara akan diisi dengan pembacaan puisi oleh guru, artis, pejabat, tokoh masyarakat, dan penyair baik dari Indonesia maupun dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan negara tetangga lainnya.

Selain itu, akan ada juga bincang-bincang tentang Hari Puisi Indonesia dan Puisi Dunia bersama Rida K Liamsi, Maman S Mahayana, Ahmadun Y Herfanda, Asrizal Nur, Danny Susanto, dan Bastian Zulyeno.

Agenda juga akan dimeriahkan dramatisiasi puisi oleh Teater Tanah Air pimpinan Jose Rizal Manua dan musikalisasi puisi oleh Deavies Sanggar Matahari, Vanderwijck, Rinidiyanti Ayahbi, dan lainnya.

Selain itu, akan ada juga peluncuran buku Hari Raya Puisi, antologi puisi pemenang anugerah HPI (2013-2017). Sepanjang acara berlangsung akan digelar pula bazar buku sastra Indonesia 2018. Panitia menyediakan stand bazar di lokasi acara. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post