Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Selasa (31/3), 1.528 orang di Indonesia Positif Covid-19, 81 orang sembuh, dan 138 meninggal.
NASIONAL

Puncak HPN: Penghargaan Jurnalisme Kepeloporan dan Adinegoro

Logo HPN 2018.

Presiden Joko Widodo, hadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Jumat (9/2/2018).

PADANG - KABARE.ID:  Pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018,  diserahkan Penghargaan Jurnalisme Kepeloporan kepada media massa dan insan pers terpilih. Yakni, media pers dan insannya yang selama ini dengan visi misinya, kegigihan, konsistensi dan kreativitas insannya telah mempelopori isi media yang menjalankan fungsi pers dengan baik.

Surat kabar Republika terpilih penerima penghargaan kategori "koran pertama yang mempelopori penggunaan media internet". Majalah Jurnal Perempuan (berdiri 1998) "kepeloporan dalam memperjuangkan hak perempuan." Remy Sylado atau Yapi Tambayong (73 tahun) "kepeloporan dalam penulisan media musik dan puisi mbeling." Tapi yang bersangkutan berhalangan hadir karena sakit.

Remy Sylado. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

 

Tiga majalah berbahasa daerah:  Penyebar Semangat (mulai terbit 2 September 1933) dan Jajabaya (mulai terbit di Kediri 1 Desember 1945) kini di Surabaya, berbahasa Jawa; dan Mangle (mulai terbit 21 November 1957) di Bogor, kini Bandung, berbahasa Sunda, masing-masing  meraih kepeloporan dalam pelestarian budaya dan sastra.

Adapun majalah berbahasa Indonesia Suara Muhammadiyah (terbit Januari 1915) dan "Risalah Islamiyah" (NU-red) mulai terbit 1928, meraih penghargaan kategori kepeloporan sebagai media dakwah perjuangan kemerdekaan RI.

Cover majalah Jajabaya no 8 Oktober 2013. (Foto: ysh/Kabare.id)
Cover majalah Panjebar Semangat. (Foto: paksrimo)
Cover majalah Suara Muhammadiyah. (Foto: mediaofindonesia)

 

Anugerah Jurnalistik Adinegoro

Selain Jurnalisme Kepeloporan, diserahkan pula Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang di selenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Anugerah ini terdiri enam kategori, dengan masing-masing satu pememang. Kategori Indepth Reporting (media cetak) "Dinamika dan Romantika di Sempadan Negeri (1-10) karya Muhammad Amin, Harian Riau Post. Jurnalistik Foto (media cetak) Fase Kritis, Raka Denny, Jawa Pos.

Jurnalistik Karikatur (media cetak) Anti Pancasila karya Budi Setyo Widodo, Harian Media Indonesia.  News Features Televisi "Berdamai dengan Maut di Kaselarau" Rivo Pahlevi Akhbarsyah , News Features Radio "Saya Indonesia" karya Surya S.Thalib, News Features Media Siber, "Janji untuk Papua " karya .A.Haryo Damardono di Kompas.ID. Ditambah Media Siber Terinovatif, Tirto. id.

Sedangkan Penghargaan Pena Emas, telah diberikan minggu lalu di Jakarta, kepada Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo. Ia penerima ke-41, sejak Pena Emas pertama diberikan kepada Sumanang SH, 1976, Ketua Umum PWI pertama.

 

Yusuf Susilo Hartono

Yusuf Susilo Hartono

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post