Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Publik Belanda “Ngiler” Makanan Khas Nusantara

Ilustrasi: makanan khas Indonesia. (sumber: flickr)

Selain menjadi kebanggan sebagai film pembuka di Festival Film CinemAsia 2019, Film Aruna dan Lidahnya juga berhasil menghipnotis penontonnya untuk mencicipi hidangan asli Indonesia.

BELANDA-KABARE.ID: Film Aruna dan Lidahnya karya sutradara Edwin menjadi film pertama yang diputar di Festival Film CinemAsia di Kriterion Amsterdam Belanda, pada 5 Maret 2019.

“Saya menjadi sangat lapar dan ingin pergi ke Indonesia," demikian tutur beberapa orang selepas menonton, tulis keterangan resmi Kemenlu RI, Jumat (8/3).

Film yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ini, memang menonjolkan kekayaan kuliner dan rempah-rempah Indonesia. Alhasil, sebanyak 300 orang penonton yang memadati ruang theater dibuat ‘ngiler’ untuk menjajal langsung kelezatan kuliner Nusantara.

Baca juga: Mie Instan dan Kopi Indonesia Ikut Memeriahkan Pameran Pariwisata di Serbia

Pembukaan secara resmi CinemAsia dilakukan oleh Maggie Lee, Artistic Director dan Hui Hui Pan, Managing Director dari CinemAsia dan dilanjutkan dengan sambutan dari Duta Besar RI, I Gusti Agung Wesaka Puja.

Dalam sambutannya Duta Besar Puja menyatakan bahwa melalui film “Aruna dan Lidahnya" para penonton dapat melihat dan merasakan kenikmatan cita rasa kuliner Indonesia. Film ini sejalan dengan upaya KBRI Den Haag untuk mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara dan rempah-rempah Indonesia di Belanda melalui tema spice road.

"Terpilihnya film Aruna dan Lidahnya sebagai pembuka pada CinemAsia membuktikan bahwa film Indonesia memiliki kualitas kelas dunia dan dapat dinikmati oleh para pencinta film di manca negara,” ujar Dubes Puja.

“Melihat antusiasme pengunjung hari ini, saya optimis film-film Indonesia yang berkompetisi dalam festival kali ini akan mendapatkan capaian yang maksimal" sambung dia.

Baca juga: 1.000 Kopi Lada Hitam Dibagikan Gratis di Festival Cross Border Entikong 2019

Selain Aruna dan Lidahnya, ada juga tiga film Indonesia yang berpartisipasi pada festival tersebut, yakni “Run to the Beach" karya Riri Riza, “Cek Toko Sebelah" karya Ernest Prakasa, dan “Ave Maryam" karya Ertanto Robby.

Selain ketiga film panjang tersebut, film seri horror Folklore: A Mother's Love karya Joko Anwar akan ditayangkan bersama Folklore: Nobody karya Eric Khoo dari Singapura.

Suasana Indonesia terasa kental dalam pembukaan festival kali ini, dimana penonton menikmati penampilan tarian Bajidor Kahot yang dibawakan oleh kelompok Ina Dance, dan berbagai aneka makanan kecil dengan cita rasa Indonesia. Video promosi Wonderful Indonesia di awal screening semakin memperkuat impresi para penonton akan kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Baca juga: Warga Amerika “Ketagihan” Kue Tradisional dan Kopi Indonesia

Festival Film CinemAsia edisi ke-12 diselenggarakan di Kriterion Theater Amsterdam, Belanda pada 5-10 Maret 2019.

Festival film ini diikuti oleh 15 negara antara lain Indonesia, Malaysia, Vietnam, China, Thailand, dan Singapura. Festival juga melibatkan para juri, sutradara dan penggiat film dari 10 negara.

Festival CinemAsia diharapkan dapat lebih memperkenalkan film-film Indonesia ke level Internasional dan membangkitkan semangat para sineas muda Indonesia untuk menghasilkan karya karya film terbaik, berkualitas dan dapat dinikmati oleh pecinta film dunia. ​​​(rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post