Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Propam Polri Akan Gelar Tes Urine Rutin untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Ilustrasi: Foto Istimewa

Buntut dari penyalahgunaan narkoba yang melibatkan Kapolsek Astana Anyar dan belasan anggotanya, Divisi Profesi dan Pengamanan Polri akan menggelar tes urine terhadap anggota polisi di seluruh Indonesia.

JAKARTA, KABARE.ID - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri akan menggelar tes urine terhadap anggota polisi di seluruh Indonesia. Khususnya, anggota yang bertugas di pusat kota dan tempat-tempat hiburan.

Kepala Divisi Propam Polri Irjen (Pol) Ferdy Sambo mengatakan, hal itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba oleh anggota polisi.

"Propam Polri akan melakukan pengecekan tes urine ke anggota-anggota yang berdinas di pusat-pusat kota dan tempat hiburan sebagai upaya pencegahan anggota terlibat peredaran," kata Ferdy sebagaimana diberitakan Kompas.com, Jumat (19/2/2021).

Rencana tes urine ini dilatarbelakangi kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan Kapolsek Astana Anyar dan belasan anggotanya.

Ferdy mengatakan, di Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, memang banyak tempat-tempat hiburan. Karena itu, Polri akan melakukan operasi cek urine secara rutin.

"Semua, seluruh Indonesia. Ke depan, kami melakukan secara rutin. Tes urine kepada anggota yang diduga sebagai pengguna," tambah Ferdy.

Terkait kasus penyalahgunaan oleh Kapolsek Astana Anyar dan sejumlah anggota, Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono mengatakan Polri masih terus memantau proses hukum perkara tersebut.

Argo menegaskan, penjatuhan sanksi pidana akan disesuaikan fakta-fakta hukum di lapangan.

"Kita harus melihat fakta hukum di lapangan dari kasus tersebut. Apakah hanya pemakai, apakah ikut-ikutan, apakah pengedar, semua perlu pendalaman oleh penyidik," kata Argo sebagaimana diberitakan Kompas.com, Kamis (18/2/2021).

Argo mengatakan, Polri akan memperkuat pencegahan di lingkup internal. Ia mengatakan, institusi akan memberikan sanksi tegas jika ada pelanggaran. "Pencegahan internal dan tindak tegas kalau ada kesalahan," ujarnya. (*)

 

Sumber: Kompas.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post