Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Produk UMKM Indonesia Digemari Masyarakat Selandia Baru

Dari kiri: Direktur Retail PT. Sarinah, Lies Permana, tim Indonesia@ccess, Dubes Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, dan Presedir PT. Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta.(Foto:Indonesia@ccess)

Produk UMKM Indonesia mulai dari kopi, mi instan, hingga rempah-rempah mendapat respon positif saat dipamerkan di “Pacific Exposition 2019” yang diselenggarakan di Selandia Baru.

JAKARTA – KABARE.ID: Indonesia@ccess, marketplace B2B dari Valdo Group kembali menunjukkan komitmennya untuk memasarkan produk UMKM Indonesia di pasar internasional.

Terbaru, Indonesia@ccess membawa produk-produk dari 10 UMKM Indonesia untuk mengikuti pameran “Pacific Exposition 2019” yang diselenggarkan di Skycity Auckland Convention Center, Selandia Baru, pada 11 Juli - 14 Juli 2019.

Pacific Exposition adalah pameran perdagangan, investasi, dan pariwisata, yang dirancang untuk memfasilitasi negara-negara Pasifik Selatan untuk mempromosikan peluang ekonomi mereka.

Susan Kartolo, Product Sourcing Indonesia@ccess mengatakan, produk yang ditampilkan di pameran itu berasal dari UMKM yang telah bergabung dengan Indonesia@ccess. Mereka adalah Mia Chia, Fitmee, Le Gayo, Asa Coffee, Bangflo, Inaco, Finna, Tanihood, Suwe Ora Jamu, dan Nicole Nature.

“Produk yang kita tampilkan unik, ada jamu, mi instan sehat, kerupuk udang, kopi, hingga jeli. Dan respon pengunjung sangat positif saat mencicipi produk yang kami tampilkan,” ujar Susan saat dijumpai Kabare di Jakarta, Kamis (25/7/19).

Sejumlah produk UMKM Indonesia yang ditampilkan di pameran Pacific Exposition 2019. (Foto: Indonesia@ccess)


Susan mengatakan, dalam pameran itu tim Indonesia@ccess banyak bertemu dengan diaspora Indonesia yang tinggal di Selandia Baru. Para diaspora pun diajak untuk mencicipi aneka makanan Indonesia yang sudah lama tidak mereka temukan di Selandia Baru.

“Di sana kami banyak bertemu dengan diaspora Indonesia. Mereka terpukau karena makanan yang mereka kenal di masa kecil, kini sudah masuk pasar internasional,” ujar Susan.

Bahkan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya dan Dubes Indonesia untuk Australia, Kristiarto Legowo sempat mampir di booth Indonesia@ccess dan mencicipi makanan khas Indonesia yang dipamerkan di sana.

“Respon Dubes Tantowi dan Dubes Kristiarto sangat positif. Bahkan kita diundang oleh Dubes Kristiarto untuk ikut pameran di Australia pada bulan September mendatang,” kata Susan.

Dari kiri: Presedir PT. Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta, tim Indonesia@ccess, Dubes Indonesia untuk Australia Kristiarto Legowo, dan Direktur Retail PT. Sarinah, Lies Permana. (Foto:Indonesia@ccess)


Kota Auckland di Selandia Baru memiliki populasi sekitar 1,4 juta jiwa. Sementara itu negara Selandia Baru sendiri populasinya hanya sekitar 4,8 juta jiwa. Kendati sangat kecil, jika dibandingkan dengan Jakarta yang mencapai 9,8 juta jiwa (2010), tetapi tingkat konsumsi mereka cukup tinggi. Terutama untuk produk makanan dengan kualitas tinggi.

“Mereka sangat peduli tentang makanan sehat. Kita bawa mi instan yang zero calorie, dan buat mereka itu adalah sesuatu yang baru, unik,” ujar Nathalie Nemmers, Product Sourcing Indonesia@ccess.

Selain mi instan sehat, healthy snack bars juga cukup digemari masyarakat Selandia Baru. Menurut Nathalie, orang-orang di sana lebih sadar akan kesehatan dan lebih suka memilih makanan sehat untuk dikonsumsi.

Booth Indonesia@ccess di pameran Pacific Exposition 2019. (Foto: Indonesia@ccess)


“Selera orang Selandia Baru tinggi ya, apalagi kalau tentang makanan. Mereka mau lihat sampai sertifikat, cara produksi, kebersihan, dan lainnya. Ini yang menjadi kendala buat UMKM Indonesia, karena belum semua UMKM Indonesia punya kualitas yang baik,” ujar Nathalie.

Kendati demikian, Nathalie optimis produk UMKM Indonesia bisa berjaya jika kualitasnya ditingkatkan. “Kemungkinan produk UMKM Indonesia masuk pasar Selandia Baru ada, hanya saja perlu ditingkatkan lagi kualitasnya,” ujar Nathalie.

Usai mengikuti pameran Pacific Exposition 2019, Indonesia@ccess akan membawa produk unggulan UMKM Indonesia untuk ikut berpameran di Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE, BSD, Tangerang, Banten, pada bulan Oktober mendatang. (bas)

 

 

*Tulisan ini pernah direvisi satu kali pada tanggal 30 Juli 2019

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post