Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Sabtu (28/3), 1.115 orang di Indonesia Positif Covid-19, 59 orang sembuh, dan 102 meninggal.
NASIONAL

Prioritas Kerja Dubes RI untuk Tiongkok

Djauhari Oratmangun (kiri) menerima tugas sebagai Dubes RI untuk Tiongkok dan Mongolia, dari Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, 20/2/2018. (Foto: Media Setpres)

Garis tangan putra Indonesia asal Maluku-Tanimbar, yang satu ini sepertinya memang jadi duta besar (dubes) lebih dari satu kali.

KABARE.ID : Djauhari Oratmangun, sejak 20 Februari 2018, resmi mengemban tugas sebagai Dubes Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (juga sering disebut Republik Rakyat China, Red) dan Mongolia. Setelah secara resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pelantikannya bersama 16 dubes yang lain, berlangsung di Istana Negara pada tanggal tersebut, pagi hari.

Jika kebanyakan dubes lain, ini merupakan pengalaman pertama, bagi alumni Universitas Gajah Mada Yogyakarta, kelahiran Beo, Sulawesi Utara, 22 Juli 1957, amanah ini merupakan pengalaman kedua. Dalam sejarah perjalanan hidup sebagai seorang diplomat senior, yang telah puluhan tahun malang melintang di dunia diplomasi internasional, dengan jabatan aneka ragam, tentu amanah ini anugerah Tuhan yang ia syukuri.    

Baca juga : 17 Dubes RI yang Baru : Djauhari hingga Todung Mulya Lubis

Pengalaman pertama Djauhari menjadi dubes, yakni sebagai Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus. Pada akhir masa tugasnya, ia menerima medali penghargaan "Sovyet Federatsii. 20 Let" (Dewan Federasi.20 Tahun) di kantor Dewan Federasi Rusia (5/2/2016). Atas jasanya turut meningkatkan hubungan kerja sama parlemen kedua negara (www.kemlu.go.id).

Keberhasilannya dalam menjalankan tugas tak lepas dari dukungan kanca wingking (baca istri) atau sigaraning nyowo (garwo), Sih Elsiwi Handayani Oratmangun (Wiwik), perempuan Jawa yang dedikatif dan menyukai seni bersama tiga putra kandungnya : Lebitduan Oratmangun, Karina Yosephina Oratmangun, dan Resiyaman Patrick Oratmangun. 

Sepulang dari Rusia, dan sebelum menerima tugas baru sebagai Dubes RI untuk Tiongkok, pria yang menyukai kuliner bapeda dan ikan laut ini, sehari-hari mengemban tugas sebagai Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Isu-isu Strategis. 

 

Prioritas Kerja 

Djauhari Oratmangun bersama Presiden Joko Widodo, Ibu Iriana Joko Widodo, dan istri Elsiwi Oratmangun. (Foto: Media Setpres).

 

Menjawab pertanyaan kabare.id sekitar prioritas kerjanya sebagai Dubes RI untuk Tiongkok dan Mongolia, sesuai dengan instruksi dan arahan Presiden  RI dan Menlu RI, yang dikirim via WA, pada Kamis (22/2/2018) dini hari, intinya ada tiga hal.

Pertama, Indonesia merupakan negara dan bangsa yang besar anggota Kelompok 20. Oleh sebab itu setiap sikap serta tindakan dari Duta Besar/perwakilan Indonesia harus mencerminkan kebesaran NKRI.

Kedua, prioritas utama sebagai Duta Besar Indonesia di Tiongkok adalah mempertahankan kedaulatan NKRI tanpa kompromi apapun.

Ketiga, prioritas diplomasi bilateral saat ini berkonsentrasi pada penguatan kerja sama ekonomi guna ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional. Hal ini dapat diwujudkan dengan mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke Tiongkok dan meningkatkan investasi ke Indonesia. Selain itu sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat menjad pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia (tourism economy).

Prioritas tersebut apa pertimbangannya? " Saat ini mitra dagang terbesar Indonesia adalah Tiongkok. Investor Tiongkok merupakan yang terbesar ketiga di Indonesia. Dan jumlah wisatawan terbanyak di Indonesia saat ini adalah Tiongkok yang sudah melampaui dua juta orang," tutur Djauhari menegaskan.

Indonesia memiliki daya tarik luar biasa bagi wisatawan Tiongkok yakni 5 S : Sun (matahari), Sea (laut), Sand (pasir/pantai), Smile (senyum), dan Service (melayani). Juga alamnya yang indah dan budayanya yang mumpuni, serta produk-produk kerajinan tangan (kria) yang bernilai tingggi. "Saya akan do my utmost agar di bidang TTI (trade tourism dan investment) meningkat minimal 20 persen pertahun," janjinya bersemangat.

Djauhari Oratmangun (kanan) bersama istri dan kawan, saat wisata ke Museum Bung Hatta, Bukittinggi, Januari 2018. ( Foto: koleksi keluarga)

 

Selain tiga prioritas tersebut, ada satu prioritas lagi yang tak kalah penting, yaitu perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Tiongkok. Prioritas ini, tidak disebut sebagai prioritas keempat, mungkin Djauhari mulai "beradaptasi" dengan budaya orang Tionghoa/China, bahwa angka empat itu dibacanya shi, artinya mati. 

Menurut Djauhari tugas-tugas dubes tersebut di atas juga harus ditunjang dengan "people to people contack" yang harus diperkuat dengan diplomasi. "Hal ini dilaksanakan  dengan meningkatkan hubungan antar manusia, pertukaran kebudayaan, kerja sama pendidikan dan interfaith dialogue," tuturnya mengakhiri pembicaraan. Selamat bertugas Pak Djauhari, Dubes RI untuk Tiongkok dan Mongolia.  

 

Yusuf Susilo Hartono

Yusuf Susilo Hartono

  1. Avatar
    Thohuri Sunday, 25 February 2018

    Waaah Thanks jadi Tahu nama Dubesku yg di Tiongkok dan Mongolia ,Ikut ngucapin juga Selamat Menjalankan Tugas Semoga Sukses selalu

KOMENTAR

Popular Post