Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Prestasi Mahasiswa Indonesia di Festival Janadriyah: dari Penerjemah Hingga Pesilat

Mahasiswa Indonesia di Arab Saudi yang ikut serta menjadi relawan di Festival Janadriyah. (Foto: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

Lebih dari 30 mahasiswa Indonesia terlibat di Festival Janadriyah ke-33 sebagai relawan. Mereka berperan sebagai penerjemah, mengenalkan budaya Indonesia, dan menampilkan seni bela diri pencak silat.

ARAB SAUDI-KABARE.ID: Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi, Biyan, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Arab Saudi berperan sebagai penerjemah seputar kebudayaan Tanah Air sekaligus sebagai penjaga stan atau gerai di Paviliun Indonesia saat Festival Janadriyah ke-33.

“Sebanyak 17 orang di antaranya adalah mahasiswa Universitas Islam Madinah yang menampilkan seni bela diri pencak silat di atas panggung utama. Selain itu, beberapa mahasiswa mendampingi dan membimbing beberapa tamu dan seniman dari Tanah Air untuk melaksanakan umrah ke Mekkah dan berkeliling Kota Riyadh,” ujar Biyan dalam keterangan resmi, Selasa (15/1/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia hadir di Festival Janadriyah Arab Saudi sebagai tamu kehormatan. Penampilan seni bela diri pencak silat dari mahasiswa Indonesia di Madinah berlangsung pada 29 Desember 2018 hingga 5 Januari 2019.

Baca juga: Siswa Indonesia Akan Dibekali Pendidikan Mitigasi Bencana

Setiap pertunjukan berlangsung sekitar 15 menit dengan menampilkan enam jurus, yaitu Jurus Regu Wiraloka, Jurus Katak dari Tapak Suci, Jurus Harimau Minang, Silat Ganda Tarung untuk lomba, Jurus Ganda Tarung untuk koreografi film, dan Silat Praktis.

Ketua Tapak Suci Madinah yang juga pengurus PPMI Madinah, Abdullathif Ridho menuturkan, para mahasiswa yang menampilkan pencak silat di Festival Janadriyah tergabung dalam sebuah komunitas di kampus.

“Secara perguruan kita menginduk ke Tapak Suci Muhammadiyah di Yogyakarta. Dan di sini kita berpayung di bawah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi,” tuturnya.

Baca juga: Siswa SMPN 23 Bandung Berhasil Membuat Penjernih Air Sederhana

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Ahmad Ubaedillah mengatakan, kehadiran mahasiswa Indonesia sebagai relawan sangat membantu kegiatan di Paviliun Indonesia selama Festival Janadriyah berlangsung.

“Mereka luar biasa membantu kita, bahasa Arabnya bagus, jadi sangat membantu kawan-kawan delegasi dari Kemendikbud maupun lembaga lain,” ujarnya.

KBRI Riyadh pun tidak menetapkan kriteria khusus untuk relawan mahasiswa di Festival Janadriyah. “Siapapun, yang penting bisa berhadapan dengan pengunjung dan membantu di bahasa Arab. Kebetulan banyak buku Indonesia yang dipamerkan, dan belum diterjemahkan ke bahasa Arab,” katanya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post