Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden: Petani Harus Terapkan Pola Modern

Presiden Joko Widodo dalam acara Prukades Terintegrasi di Kabupaten Mesuji. (Foto: Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo mengatakan, selama ini kebanyakan petani menjual hasil panen sawahnya dalam bentuk gabah. Padahal keuntungan besar terjadi saat hasil swah dijual menjadi beras. Presiden menegaskan, petani harus mulai memikirkan pola modern agar tidak ketinggalan zaman.

MESUJI-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo mengatakan keuntungan terbesar dari menanam padi sawah terjadi saat pasca panen bukan pada saat panen.

Selama ini, kata Presiden, petani mengurus sawah dengan mengairi, memupuk dan panen, setelah itu menjualnya dalam bentuk gabah. Padahal keuntungan besar itu pada saat jadi beras.

"Jadi saya sampaikan agar jualnya dalam bentuk beras. Syukur sudah dikemas. Ini di penggilingan padi modern ini bisa dilakukan,” ucap Presiden dalam acara Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Terintegrasi di Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji, Minggu (21/1/2018).

Presiden kemudian memanggil seorang petani, Jumadi, untuk mengecek langsung harga gabah dan beras. Jumadi yang juga menjadi Pengurus Tani Srimukti Desa Wonosari, Mesuji mengelola sawah seluas dua hektare dan setiap hektarenya bisa menghasilkan 7 ton gabah.

Jumadi menjelaskan dirinya menyimpan sebanyak 1 ton gabah dan sisanya sebanyak 13 ton gabah dijual. Harga gabah sebesar Rp3.500 setiap kilogram, sedangkan beras berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp11 ribu setiap kilogram.

Presiden menegaskan, petani harus mulai memikirkan pengerjaan setelah panen, seperti pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan agar dapat memberi nilai tambah. “Kalau dikemas yang baik orientasinya bisa dijual ke provinsi lain, bisa ke Lampung, bisa ke luar pulau atau kalau berasnya organik sekarang ini permintaan ekspor juga banyak sekali,” ujar Presiden.

Presiden juga mengusulkan, system penjualan dapat dilakukan secara online melalui e-commerce dan media sosial. Presiden juga mengingatkan pentingnya petani melakukan konsolidasi dalam kelompok besar sehingga memiliki skala produksi yang besar. “Jangan bergerak sendiri akan sulit. Kalau bisa berproduksi dalam skala besar nanti petani bisa bersaing,” ujarnya. (*)

 

Sumber: Sekretariat Presiden

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post