Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Panen Raya Jagung di Gorontalo

Presiden Jokowi melaksanakan panen raya jagung, di Desa Botuwombatu, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Jumat (1/3) siang. (Foto: JAY/Humas Setkab)

Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia patut bersyukur karena nilai impor jagung turun drastis jika dibandingkan dengan empat tahun lalu. Sebelumnya, pemerintah mengimpor jagung sebanyak 3,5 juta ton, saat ini pemerintah hanya mengimpor 180.000 ton.

GORONTALO-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri panen raya jagung di Desa Botuwombatu, Gorontalo, pada Jumat (1/3/2019) siang.

Dalam kesempatan itu Jokowi bangga produktivitas jagung nasional melimpah. Bahkan saking melimpahnya, jangung Indonesia sampai bisa diekspor hingga 380 ribu ton sepanjang tahun 2018.

Pertanyaan kemudian muncul, jika memang produksi jagung dalam negeri melimpah, kenapa pemerintah tetap mengimpor 180 ribu ton jagung pada tahun yang sama?

Menurut Presiden, kebijakan itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan agar supply dan demand tidak melimpah. “Kalau nanti suplainya melimpah, harganya jatuh. Semua petani tidak akan mau menanam jagung lagi, yang selalu kita jaga itu,” kata Jokowi.

“Sehingga, tahun kemarin ada ekspor juga 380 ribu ton, impornya 180 ribu ton. Itu menjaga supply  dan demand, bukan apa-apa,” katanya.

Namun Jokowi juga mengatakan, bahwa kita patut bersyukur karena jika dibandingkan dengan empat tahun lalu, impor jauh lebih kecil. “Pada empat tahun lalu kita impor jagung sebanyak 3,5 juta ton, sekarang ini kita impor kecil sekali di 2018 kemarin, hanya 180 ribu ton,” ujarnya. (bpmi/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post