Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Tinjau Wisma Atlet untuk Persiapan Penanganan Virus Corona

Presiden saat menyampaikan keterangan pers usai meninjau Wisma Atlet, Kemayoran. Provinsi DKI Jakarta, Senin (23/3).

Saat ini di Wisma Atlet telah disiapkan untuk 3.000 pasien dengan wilayah ruang yang telah ditata dengan baik, baik itu untuk pasien, dokter, paramedis, semuanya ditempatkan dengan manajemen ruang yang berbeda.

JAKARTA - KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kesiapan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, yang akan digunakan untuk persiapan penanganan Virus Corona (Covid-19), Senin (23/3/2020).

”Perlu saya sampaikan bahwa Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang. Saat ini yang telah disiapkan adalah untuk 3.000 pasien dengan wilayah ruang yang telah ditata dengan sebuah manajemen yang baik, baik itu untuk pasien, untuk dokter, untuk paramedis, semuanya ditempatkan dengan manajemen ruang yang berbeda,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan persnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi melihat sarana prasarana telah siap, baik untuk ruang penanganan pasien, baik ventilator, semuanya sudah siap, termasuk alat pelindung diri (APD) juga siap. ”Sehingga kita harapkan nanti sore rumah sakit darurat untuk Corona ini telah bisa dipakai,” kata Jokowi.

Kendati telah siap, Jokowi berharap wabah virus Corona tidak semakin menyebar, sehingga Wisma Atlet ini tidak sampai harus digunakan untuk menangani banyaknya pasien yang terpapar virus Corona. Sebab, rumah sakit yang telah disediakan oleh pemerintah telah bekerja dengan baik. Meskipun banyak keluhan mengenai kelangkaan APD.

“Perlu saya sampaikan bahwa sekarang ini 180 negara kurang lebih, semuanya berebutan untuk mendapatkan baik itu APD, baik itu masker, baik itu sanitizer, semuanya, semua negara. Dan kita alhamdulillah pada Hari Sabtu kemarin kita telah siap lagi 105 ribu APD, yang ini pada hari ini akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ada di tanah air,” tuturnya.

Empat puluh lima ribu unit, menurut Presiden, akan didistribusikan di DKI, Bogor, dan Provinsi Banten. Kemudian 40 ribu unit akan didistribusikan untuk Jabar, Jateng, Jatim, DIY, Bali. ”Dan 10 ribu akan didistribusikan ke seluruh provinsi yang ada di luar Jawa serta 10 ribu sebagai cadangan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga membahas klorokuin, obat yang digunakan banyak negara untuk pasien COVID-19 yang sembuh dan membaik kondisinya.

"Saya juga ingin menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan klorokuin. Ini adalah produksi negara kita, produksi Kimia Farma. Yang pertama ingin saya sampaikan, bahwa klorokuin ini adalah bukan obat first line tetapi obat second line karena memang obat COVID-19 ini belum ada dan juga belum ada antivirusnya. Tetapi dari pengalaman beberapa negara, klorokuin ini sudah digunakan dan banyak pasien COVID-19 yang sembuh dan membaik kondisinya,” jelas Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa klorokiun bukan obat bebas, jadi penggunaannya harus melalui resep dokter. Sementara untuk ketersediaan, Jokowi mengatakan bahwa Pemerintah telah memiliki stok klorokuin sebanyak 3 juta.

“Jadi untuk pasien COVID-19 yang ada di rumah sakit jika dianggap dokter yang merawatnya klorokuin ini cocok untuk pasien tersebut pasti akan diberikan,” jelas Jokowi.

Selain membahas persiapan Wisma Atlet dan klorokuin, Presiden Jokowi juga mengucapkan duka cita bagi dokter, perawat, dan tenaga medis yang telah meninggal dunia karena berjuang menangani Virus Corona.

“Yang terakhir, saya ingin menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas berpulangnya dokter, perawat, dan tenaga medis yang telah berpulang ke haribaan Allah subhanahu wa ta’ala. Beliau-beliau telah berdedikasi, berjuang sekuat tenaga dalam rangka menangani Virus Corona ini,” ucap Presiden.

“Atas nama pemerintah, negara, dan rakyat saya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras beliau-beliau, atas perjuangan beliau-beliau dalam rangka mendedikasikan dalam penanganan COVID-19,” kata Presiden.

“Dan pada kesempatan yang baik ini juga, kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan, telah dihitung oleh Menteri Keuangan, bahwa akan diberikan insentif bulanan kepada tenaga medis. Dokter spesialis akan diberikan Rp15 juta, dokter umum dan dokter gigi akan diberikan Rp10 juta, bidan dan perawat akan diberikan Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya akan diberikan Rp5 juta. Kemudian juga akan diberikan santunan kematian sebesar Rp300 juta. Dan ini hanya berlaku untuk daerah yang telah menyatakan tanggap darurat,” tandas Presiden Jokowi. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post