Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Tanam Pohon di Wonogiri

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana menanam pohon di Dusun Tanduran, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (15/2). (Foto: Humas Setkab/Agung).

Presiden Jokowi menanaman sejumlah pohon, antara lain vetiver, sengon, kelengkeng, durian, alpukat, petai, sirsak, dan lain sebagainya.

JAKARTA – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman pohon bersama masyarakat dalam kunjungan kerja ke Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 15 Februari 2020. Desa Jatisari merupakan bagian dari daerah aliran sungai (DAS) Keduang yang punya andil besar atas sedimentasi ke Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.

Sedimentasi tersebut dapat memperpendek usia waduk dari yang diperkirakan. Oleh karena itu diperlukan upaya pengendalian erosi dan sedimentasi di sekitar wilayah tersebut melalui rehabilitasi hutan dan lahan.

"Di Provinsi Jawa Tengah ini ada Waduk Gajah Mungkur, setiap tahun 3,2 juta meter kubik sedimen masuk ke waduk tersebut. Setiap tahun dikeruk muncul lagi. Kenapa itu ada? Karena hulunya enggak pernah diurus. Ini yang mau kita urus," kata Jokowi.

Jokowi pun mengajak masyarakat setempat untuk bersahabat dengan alam dan sekaligus melakukan rehabilitasi lahan dengan cara melakukan penanaman pohon dengan skema agroforestri yang memadukan penanaman tanaman kehutanan seperti vetiver dengan tanaman pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

"Tapi yang paling penting barang ini, vetiver. Kombinasi antara sengon, vetiver, dan lainnya. Ini di tempat-tempat yang curam, di tempat-tempat yang mudah longsor, di tempat-tempat hulu yang fungsi mengikat tanahnya itu penting, ini yang harus ditanam," kata Jokowi.

Foto: Setneg RI


Tanaman vetiver sendiri bekerja layaknya besi kolom bangunan yang masuk menembus lapisan tanah dan pada saat bersamaan menahan partikel tanah dengan akar serabutnya. Hal tersebut dapat mencegah erosi oleh angin dan air sehingga penanaman tanaman tersebut tengah digalakkan pemerintah beberapa waktu belakangan di daerah-daerah yang rawan mengalami longsor.

Di sekitar lokasi penanaman vetiver (17.000 batang), juga ditanam tanaman-tanaman produktif lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti sengon (38.250 batang), kelengkeng (1.250 batang), durian (1.500 batang), alpukat (2.750 batang), petai (2.750 batang), sirsak (5.000 batang), jambu mete (2.000 batang), jengkol (2.000 batang), sukun (1.000 batang), gayam (1.000 batang), beringin (1.000 batang), dan Porang (4.000 batang). Di lokasi tersebut juga dilakukan pembangunan teras tangga pada lahan dan dam penahan erosi.

Jokowi mengatakan, pola penanaman serupa ini nantinya akan diterapkan di daerah-daerah lain yang masuk ke daerah aliran sungai, utamanya untuk menangani erosi dan sedimentasi ke waduk-waduk yang berada di sekitarnya.

"Tidak hanya Waduk Gajah Mungkur saja, semua waduk yang sedimennya tinggi diselesaikan dengan cara penanaman tanaman ini. Sengon, tanaman buah-buahan, petai, jengkol, durian, sirsak, semuanya. Tapi jangan lupa sekali lagi yang namanya vetiver. Karena nanti tiga sampai empat tahun akarnya bisa sampai tiga sampai empat meter dan mengikat tanah. Ini yang penting," kata Jokowi.

Selain melakukan penanaman pohon bersama, Jokowi dan Ibu Negara Iriana juga meninjau pembangunan dam penahan erosi di sekitar lokasi penanaman serta melihat kebun bibit desa yang menyediakan aneka jenis bibit tanaman produktif dan vetiver yang dibangun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Staf Khusus Presiden Fadjroel Rachman. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post