Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Singgung Pembangunan PLTSa yang Tidak Ada Kejelasan

Tiap harinya, 9000 ton sampah dikirim ke Bantargebang, 7000 ton diantaranya merupakan sampah dari ibukota Jakarta. BAY ISMOYO/AFP/GETTY IMAGES

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pernah diusulkan di 12 kota/kabupaten sejak 2016. Meski demikian, dari semua usulan tersebut hingga saat ini masih belum ada wujud PLTSa yang sudah beroperasi.

JAKARTA-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) untuk membahas perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/7/2019). Ratas membahas hal yang sama salah satunya pernah digelar pada 1 November 2016 lalu.

"Urusan sampah ini juga sudah ingin kita selesaikan, ingin kita kerjakan. Sampai sekarang, sampai hari ini, saya belum mendengar ada progress (pembangunan PLTSa) yang sudah nyala dan jadi," kata Presiden Jokowi, seperti dilansir dari siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Pembangunan PLTSa ini sebelumnya diusulkan di 12 kota/kabupaten. Meski demikian, dari semua usulan tersebut hingga saat ini masih belum ada wujud PLTSa yang sudah beroperasi.

"Oleh sebab itu, kita langsung menuju ke masalah saja. Enggak jadi masalahnya apa? Ada yang menyampaikan PLN-nya Pak yang lamban. PLN ada? Tinggal nanti langsung saya perintah. Ada yang menyampaikan di ESDM belum beres. Menterinya ada," kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan, semangat dari pembangunan PLTSa ini tidak hanya terletak pada urusan penyediaan listrik semata. Namun, jauh lebih besar dari itu, pemerintah hendak membenahi permasalahan klasik soal manajemen sampah. "Ini bukan urusan listriknya, yang mau kita selesaikan ini urusan sampahnya. Listrik itu adalah ikutannya," jelas Jokowi.

Baca juiga: Presiden Jokowi Lantik 781 Perwira Remaja TNI dan Polri

Terkait hal itu, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung memberikan keterangan selepas ratas tersebut. Ia mengatakan bahwa dari 12 usulan pembangunan PLTSa yang ada, 4 di antaranya memiliki perkembangan yang cukup baik dan menunggu penyelesaian di tahun ini.

"Mudah-mudahan tahun ini ada yang bisa selesai, yaitu di antaranya adalah Surabaya, kemudian Bekasi, dan Solo. Solo ini progresnya cukup baik. Kemudian yang sudah mulai adalah DKI Jakarta," kata Pramono di Kantor Presiden, Jakarta.

Pramono kembali menegasan apa yang disampaikan Jokowi dalam ratas tersebut bahwa pembangunan PLTSa di sejumlah daerah tersebut dilakukan dalam rangka untuk pembersihan sampah di kota-kota yang ada.

"Sebagai contoh misalnya di Bekasi itu sudah hampir 1.700 ton per hari. Belum yang 8.000 ton per hari dari Bantar Gebang. Dari Bekasi sendiri sudah cukup tinggi," kata Pramono. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post