Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot di NTT

Presiden saat meresmikan Bendungan Rotiklot yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Senin (20/5). (Foto: BPMI)

Bendungan Rotiklot merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun oleh pemerintah pada periode 2015-2019.

BELU-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timu (NTT), Senin (20/5).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa air merupakan kunci untuk meraih kemakmuran dan kesejahteraan di NTT. Hingga saat ini pemerintah membangun tujuh bendungan di NTT. Ketujuh bendungan itu adalah Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, Temef, Manikin, Mbay, dan Welekis.

“Yang sudah selesai Raknamo. Sekarang Rotiklot airnya sudah naik seperti ini, sangat bagus sekali airnya. Nanti ada lagi.. yang lain, ada tujuh semuanya. Itu pun Pak Gubernur, Pak Wagub masih mau minta tambah lagi.. Karena memang rumusnya di situ, jurusnya memang harus dimulai dari air,” kata Jokowi.

Setelah air tersedia, kata Jokowi, masyarakat bisa menanam beragam komoditas, baik itu padi, jagung, bawang merah, pepaya, pisang, hingga semangka atau melon di musim kemarau. Dengan tersedianya air, maka petani bisa panen lebih dari sekali dalam setahun.

“Baru step berikutnya kalau airnya ada kita berfikir apa yang akan kita tanam. Step by step memang kita harus mencari jalan keluar agar kesejahteraan, kemakmuran betul-betul bisa kita raih bersama-sama,” kata Jokowi.

Berdasarkan informasi Kementerian PUPR, Bendungan Rotiklot bisa mengairi 139 hektare lahan. Selain itu, bendungan ini juga bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga air, tempat wisata, dan untuk air baku seluruh penduduk di Kabupaten Belu,

Daya tampung total bendungan ini sebesar 3,30 juta meter kubik dengan luas genangan 29,91 hektare dan tampungan efektif 2,33 juta meter kubik. Bendungan ini bertipe pelimpahan samping dengan lebar pelimpahan 12 meter, panjang saluran 255,59 meter, tinggi bendungan 42,50 meter, lebar puncak 10 meter, dan panjang puncak 415,82 meter.

Bendungan ini sebelumnya dikerjakan sejak akhir tahun 2015 silam dengan target waktu selama 1.110 hari kelender dengan sumber dana APBN tahun anggaran 2015-2018 dengan nilai kontrak konstruksi Rp497 miliar.

“Kita harapkan nanti bendungan-bendungan yang lain juga segera diselesaikan oleh Menteri PU kemudian yang permintaan bendungan yang baru-baru masih dalam pembahasan dan perhitungan,” kata Jokowi.

“Hati-hati, setiap bendungan ini, ini habisnya Rp497 miliar.. Kalau 7, kalikan sendiri. Gede banget, tapi memang ini sangat diperlukan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan untuk jangka yang sangat panjang ini akan sangat bermanfaat,” tandas Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dalam acara peresmian Bendungan Rotiklot, yaitu Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Gregorius Mere. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post