Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Presiden Jokowi Pertimbangkan Beri Amnesti Untuk Baiq Nuril

Presiden Jokowi menjawab wartawan saat berada di Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Manado, Sulut, Jumat (5/7) siang. (Foto: JAY/Humas)

Mahkamah Agung (MA) yang menolak Peninjauan Kembali (PK) Baiq Nuril, guru honorer SMA Negeri 7 Mataram, NTB, yang dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta karena merekam percakapan telepon berisi pelecehan seksual oleh atasannya, Kepala SMAN 7 Mataram, tahun 2012 lalu.

MATARAM-KABARE.ID: Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak ingin mengomentari keputusan MA.

“Saya tidak ingin mengomentari apa yang sudah diputuskan oleh mahkamah, karena itu pada domain wilayahnya yudikatif,” kata Presiden Jokowi saat berada di Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (5/7) siang.

Namun, Jokowi berjanji akan menggunakan kewenangan yang dimilikinya ketika sudah masuk ke wilayah presiden. “Saya akan bicarakan dulu dengan Menteri Hukum dan HAM, dengan Jaksa Agung dengan Menko Polhukam untuk menentukan apakah amnesti apakah yang lainnya,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, sejak awal kasus Baiq Nuril ini mencuat perhatiannya tidak berkurang. Namun ia menghormati keputusan yang sudah ditetapkan oleh Mahkamah. “Itu bukan pada wilayah eksekutif,” ujarnya.

Untuk itu, Jokowi mempersilakan Baiq Nuril mengajukan amnesti secepatnya. “Boleh (mengajukan amnesti), secepatnya,” kata Jokowi.

Sebelumnya Baiq Nuril telah mengajukan permohonan PK, tetapi permohonan PK itu ditolak oleh MA. (*)
 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post