Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Perintahkan Mensesneg dan Seskab Koordinasikan Pengamanan Pejabat Negara

Seskab Pramono Anung. (Foto: Dok. Setkab)

Pengaman untuk pejabat negara tidak perlu berlebihan tetapi kewaspadaan itu menjadi sangat penting.

JAKARTA - KABARE.ID: Sesaat setelah menerima kabar terjadinya penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memberikan arahan agar semua pejabat untuk melakukan pengamanan.

“Ketika kejadian kebetulan saya dengan Presiden dan Mensesneg, Presiden langsung memberikan arahan agar semua pejabat sekarang ini, dalam kondisi yang seperti ini untuk melakukan pengamanan,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung usai menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/10) malam.

Menurut Seskab, di era Presiden Jokowi banyak pejabat menteri dan sebagainya tidak mau dikawal atau bahkan tidak pakai pengawalan. Namun jika melihat kasus yang terjadi pada Menko Polhukam di Pandeglang memperlihatkan bahwa pengawalan itu penting.

“Sehingga dengan demikian Presiden telah meminta kepada kita, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab) untuk segera mengoordinasikan pengamanan terhadap pejabat negara,” ungkap Pramono.

Mengenai bagaimana bentuk pengamannya, menurut Seskab, tidak perlu berlebihan tetapi kewaspadaan itu menjadi sangat penting.

Mengenai kondisi Wiranto, Pramono mengatakan, setelah proses operasi yang berjalan selama 3 jam yang berjalan dengan baik, Wiranto sudah keluar dari ruang operasi. “Beliau sekarang menempati ruang ICU untuk menstabilkan,” terang Pramono

“Kita doakan mudah-mudahan Pak Wiranto segera sehat kembali,” ujar Pramono seraya menambahkan, dalam proses ini banyak hal yang akan dijelaskan oleh dokter. “Yang jelas saya melihat langsung beliau, setelah proses operasi dimasukkan ke ICU, dan penanganannya sangat baik sekali,” ungkap Seskab. (*)

Basakoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post