Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Masa Jabatan 2019-2024

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara memberikan selamat kepada Gubernur dan Wagub Maluku Periode 2019-2024 usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4). (Foto: Humas Setkab/Agung).

Usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan bahwa hal pertama yang ingin dilakukan adalah fokus pada masalah kemiskinan.

JAKARTA-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Masa Jabatan 2019 – 2024 di Istana Negara, Rabu (24/4). Usai dilantik, Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan bahwa hal pertama yang ingin dilakukan adalah fokus pada masalah kemiskinan.

“Maluku, provinsi yang termiskin nomor tiga dari 34 provinsi di Indosesia. Yang kedua, pengangguran nomor satu,” ujar Murad.

Yang ketiga, menurut Murad, adalah pelayanan publiknya kurang begitu bagus, terutama pelayanan pendidikan dan kesehatan. “Dan yang keempat itu, tidak adanya investor yang masuk ke Maluku secara terbuka. Banyak sekali investor yang ada di Maluku tetapi semua di tangan yang tertutup. Ini yang harus saya buka,” ujarnya.

Ia menegaskan, begitu dirinya dan Wagub dilantik, semua investor, masalah pertambangan atau apapun, akan dibuat terbuka dan transparan meski sekarang dimoratorium terlebih dahulu.

“Semua investor yang ada di Maluku, kita moratorium dulu. Kita liat lagi, kira-kira dia berguna enggak buat masyarakat sana,” ujar Murad seraya menyampaikan bahwa kemanfaatan juga dipertimbangkan untuk kabupaten dan provinsi.

Pada kesempatan itu, Murod menegaskan bahwa sebagai pemimpin ia akan bertugas untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakatnya. “Tambah satu lagi, dia bisa menjaga dan mempertahankan sumber daya alam agar dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Itu tujuan mulia kita,” ujarnya.

Mengenai fasilitas yang perlu dibangun di Maluku, Murod menyampaikan bahwa Meluku mempunyai 1.340 pulau dan luas wilayah 712.498 kilometer persegi, maka fokusnya adalah membuat dermaga sebagai tol laut agar harga kompetitif.

“Minimal 11 kabupaten/kota itu punya dermaga besar, biar harganya bisa kompetitif. Harga jangan sampai lain, dengan adanya tol laut dan membuat dermaga-dermaga besar di seluruh kabupaten/kota,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, serta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post