Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Lantik Aan Kurnia Sebagai Kepala Bakamla

Presiden Jokowi memberikan selamat usai pelantikan Kepala Bakamla di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (12/2). (Foto: Humas Setkab/Jay)

Bakamla memiliki tugas untuk melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

JAKARTA – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Laksamana Madya TNI Aan Kurnia sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla). Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 12 Februari 2020.

Aan Kurnia yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1987 tersebut akan menggantikan Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman yang akan memasuki masa pensiun. Sebelum menjabat sebagai Kepala Bakamla, Aan menjabat sebagai Komandan Jenderal Akademi TNI sejak Maret 2018 lalu.

Bakamla memiliki tugas untuk melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Bakamla bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Jokowi meyakini bahwa ke depannya Bakamla akan menjadi semacam single coast guard yang diberi kewenangan di perairan Indonesia. Saat ini, regulasi terkait hal tersebut sedang dipersiapkan. "Saya berharap, dengan diangkatnya Pak Aan Kurnia, ke depan yang kita inginkan tadi juga bisa dikawal dan dipercepat sehingga betul-betul kita memiliki sebuah coast guard yang namanya Bakamla yang diberikan kewenangan di perairan kita," kata Jokowi dalam pernyataannya.

Sementara itu, Kepala Bakamla yang baru dilantik, Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengatakan, untuk menjawab tantangan masalah maritim yang sekarang masih hangat khususnya di Natuna akan meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Bakamla.

”Karena perlu diketahui oleh teman-teman bahwa sumber daya manusia yang ada di Bakamla ini sources-nya atau masukannya beda-beda. Ada angkatan laut, ada polisi, ada angkatan darat, ada angkatan udara, ada kejaksaan, ada PNS dan lain sebagainya,” jelasnya.

Untuk itu, ia ingin membuat standardisasi tentang hukum laut, hukum internasional, dan penegakan hukumnya harus sama semua. Terakhir, ia juga akan meningkatkan peralatan alutsista. “Kalau ditanya kurang, iya kurang. Tapi saya selaku Kepala Bakamla tidak langsung angkat tangan, justru ini tantangan bagi saya bagaimana dengan kekurangan ini saya bisa mensinergikan dan saya bisa hadir di daerah-daerah yang memang perlu kita hadir di sana. Contohnya di Natuna Utara,” pungkas dia. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post