Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Ingin Penggunaan Konten dan SDM Lokal di Blok Masela

Fasilitas pengolahan Blok Masela. (Ist)

Presiden Jokowi ingin agar Inpex bisa memaksimalkan konten lokal dalam mengelola Blok Masela. Jokowi juga berharap tenaga kerja lokal bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

JAKARTA-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo menerima kedatangan delegasi Inpex Corporation di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7/ 2019). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menerima laporan revisi Rencana Pengembangan (Plan of Development/PoD) Proyek Minyak dan Gas Blok Masela, di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Delegasi Inpex yang dipimpin oleh President/CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda ini didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan serta Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan Presiden Jokowi menyambut gembira kerja keras kedua belah pihak sehingga proses negosiasi yang alot bisa diselesaikan. Investasi yang bernilai besar ini, kata Presiden, akan sangat berarti untuk Indonesia. "Diharapkan Inpex akan commit dengan apa yang sudah tertuang di PoD dan apa yang dipersyaratkan dalam persetujuan Pak Menteri ESDM pada PoD itu," kata Dwi.

Selain menyampaikan harapannya tersebut, Presiden Jokowi juga ingin agar Inpex bisa memaksimalkan konten lokal dalam mengelola Blok Masela. Jokowi juga berharap tenaga kerja lokal bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. "Jadi nanti ada training-training untuk bisa meningkatkan kapabilitas dari SDM setempat," kata Dwi.

Baca juga: Presiden Jokowi Singgung Pembangunan PLTSa yang Tidak Ada Kejelasan

Sementara itu, Presiden sekaligus CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda berharap proyek ini bisa berlangsung sampai tahun 2055. "Saya kira proyek ini sangat baik bagi perusahaan, tetapi juga akan berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia," kata Ueda.

Ueda pun mengatakan bahwa Inpex berkomitmen menjalankan apa yang telah disepakati dalam PoD, termasuk terkait konten lokal dan penggunaan tenaga kerja asli daerah setempat. Ia meyakini, proyek ini juga akan memiliki efek berganda bagi perekonomian Indonesia.

"Saya berikan contoh, jika proyek ini berlangsung hingga 2055 proyek ini akan memiliki dampak sekitar USD153 miliar yang akan ditambahkan ke GDP Indonesia di akhir proyek. Juga akan berkontribusi pada ketenagakerjaan di negara ini. Dalam kaitannya dengan efek ganda, proyek ini akan menciptakan sekitar 73.000 lapangan kerja," papar Ueda, demikian siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post