Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Presiden Jokowi Ingin Kawasan Pariwisata di NTT Terintegrasi

Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers setelah meninjau Pulau Rinca, Kamis (11/7/2019). (Foto: Setkab)

Pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo ke depannya akan dibuat lebih terintegrasi antara satu lokasi wisata dengan lainnya di Priovinsi NTT.

MANGGARAI-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pulau Rinca dalam kunjungan kerja di hari keduanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/7/2019). Pulau Rinca merupakan salah satu kawasan yang berada di dalam Taman Nasional Komodo.

Pulau ini merupakan salah satu kawasan yang menjadi favorit para wisatawan untuk melihat kehidupan komodo di alam bebas selain Pulau Komodo. Dari dermaga di Pantai Waecicu, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Rinca dapat ditempuh dengan perjalanan menggunakan kapal cepat dalam waktu 45 hingga 60 menit.

Dari dermaga tersebut, Presiden beserta Ibu Negara Iriana lepas sauh menuju Pulau Rinca. Setibanya di dermaga Pulau Rinca, Presiden disambut oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang, dan diberikan paparan singkat mengenai kondisi pulau tersebut.

"Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya, Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu (harus) terintegrasi semuanya," jelas Presiden Jokowi selepas peninjauan.

Baca juga: Kabupaten Cilacap Akan Dikembangkan Jadi Wisata Selancar Nasional

Jokowi mengatakan, pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo ke depannya akan dibuat lebih terintegrasi antara satu lokasi wisata dengan lainnya di Priovinsi NTT. Rancangan pengembangan tersebut, akan segera dibahas dengan kementerian dan pihak-pihak terkait.

"Rancangan besar ini yang sebentar lagi akan kita buatkan rapat terbatas sehingga grand design-nya itu betul-betul sambung antara Labuan Bajo, Rinca, Komodo, lautnya, semuanya terdesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial," imbuh Presiden Jokowi, seperti dilansir dari siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Namun, Jokowi juga mengingatkan akan prinsip konservasi dan memperhatikan daya dukung Taman Nasional Komodo agar tidak membahayakan lingkungan alam di sana. Presiden berpandangan bahwa diperlukan pemisahan yang jelas antara zona konservasi dan turisme di kawasan tersebut.

Rencananya, kunjungan wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo tersebut akan menerapkan sistem kuota untuk menjaga keberlangsungan dan keseimbangan lingkungan setempat.

"Saya tadi sudah sampaikan ke Kepala Balai untuk betul-betul dihitung daya dukungnya. Ini adalah kawasan konservasi sehingga nanti akan kita buat desain besar, rancangan besar, mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi, mana yang dikuota, mana yang tidak," kata Jokowi.

Baca juga: Makanan Tradisional Indonesia Dibawa ke Korea Utara

Pemerintah sendiri memberikan dukungan penuh atas pengembangan yang lebih terintegrasi di kawasan Taman Nasional Komodo yang memang ditargetkan bagi wisatawan premium itu. Sejumlah pembenahan fasilitas atau infrastruktur pendukung pariwisata di NTT sedang direncanakan pemerintah.

"Saya kira nanti urusan dermaga mau kita benahi. Urusan fasilitas-fasilitas kecil yang mendukung saya kira nanti semuanya (dibenahi). Itu yang saya sampaikan rancangan besar. Jadi tidak parsial. Termasuk kebutuhan air, itu semuanya tadi sudah kita bicarakan di situ," tandas Presiden.

Dari Pulau Rinca, Presiden Joko Widodo dan rombongan langsung menuju dermaga Philemon Labuan Bajo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk meninjau rencana pengembangan pelabuhan tersebut. Dalam kesempatan itu, Jokowi berkeliling melihat kondisi pelabuhan dan sempat menyapa masyarakat dan berfoto bersama.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam peninjauan tersebut di antaranya ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post