Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Buka Jambore PKK 2018

Presiden Jokowi (ketiga dari kiri) bersama Presiden ke-5 RI Megawati (kedua dari kanan) dan anggota PKK di Jambore PKK 2018 di Jakarta, Selasa (2/10/2018). (Foto: BPMI)

Presiden Jokowi melihat banyak sekali potensi produk kader PKK yang bisa diangkat untuk menjadi produk unggulan di tingkat nasional maupun internasional.

JAKARTA-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Jambore Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

Dalam acara tersebut, Presiden menyampaikan, setiap kali berkunjung ke daerah, ia melihat banyak sekali produk yang dipamerkan oleh kader PKK memiliki kualitas dan potensi untuk masuk ke pasar dalam negeri maupun ekspor. Namun, masalah pengemasan masih menjadi kendala.

Ia menyarankan, kader PKK berkoordinasi dengan Tim Penggerak PKK Pusat dan Badan Ekonomi Kreatif agar masalah pengemasan dan desain kemasan menjadi lebih menarik.

"Selain packaging, ada desain-desain yang harus mengikuti pasar," kata Jokowi.

Pengemasan produk sangat penting, mengingat produk PKK ini memiliki harga yang kompetitif. Hal ini, kata Jokowi, membuatnya menjadi salah satu faktor untuk bisa bersaing dengan produk dari negara-negara lain.

Tantangan lainnya adalah ketersediaan stok barang ketika permintaan sudah mulai banyak.

"Masalahnya adalah sudah diberikan packaging yang baik, dijual laku, tapi begitu permintaan banyak, bingung. Bener enggak? Ini banyak terjadi. Ini juga tugas ibu bapak semuanya untuk menyambungkan dengan kementerian terkait," ujar Jokowi.

Di penghujung sambutannya, Jokowi berpesan kepada para kader PKK agar tidak ada lagi masalah gizi buruk yang menyebabkan stunting pada anak di setiap wilayah.

"Karena pertarungan ke depan, persaingan, kompetisi, itu ditentukan bukan oleh kekayaan sumber daya alam, tapi oleh sumber daya manusia. Saya titip, saya nanti akan merancang agar kader PKK ini dilibatkan dalam rangka mengatasi gizi buruk, stunting," tandasnya. (bas)

Sumber BPMI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post