Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah di Tarakan

Presiden Jokowi berdialog dengan warga saat menghadiri acara penyerahan sertifikat taah PTSL, di Gedung Tenis Indoor Telaga Kramat, Tarakan, Kaltara, Rabu (18/12) sore. (Foto: OJI/Humas Setkab)

Dengan memegang sertifikat tanah, maka tidak ada lagi yang bisa mengaku-ngaku tanah yang tidak sesuai dengan nama di sertifikat.

JAKARTA – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 1.000 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Provinsi Kalimantan Utara. Dalam kesempatan tersebut Jokowi mengaku sering mendapat curhatan masyrakat soal sengketa lahan.

"Apa yang saya dengar dari rakyat? Sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah, konflik lahan. Setiap hari saya masuk ke desa pasti suara itu yang saya dengar. Sehingga ini (sertifikat tanah) menjadi kunci," kata Jokowi di Lapangan Tenis Tertutup Keramat, Kota Tarakan, Rabu (18/12/2019).

Jokowi mengaku telah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan A. Djalil untuk mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat.

Jika sebelumnya hanya 500 ribu lembar sertifikat yang dibagikan kepada rakyat setiap tahunnya, maka sejak pemerintah meluncurkan Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), jumlah tersebut naik signifikan setiap tahunnya.

"Dulu di 2017, 5 juta bisa rampung setahun. Saya naikkan lagi 2018 jadi 7 juta, rampung 7 juta. Tahun ini 9 juta, rampung 9 juta, di seluruh Indonesia loh ya. Padahal biasanya dulu setiap tahun itu hanya 500 ribu di seluruh Indonesia. Coba, naiknya sampai 15 kali lipat. Bayangkan," ungkap Jokowi.

Masyarakat Punya Bukti Hukum

Dengan memiliki sertifikat tanah, artinya masyarakat sudah memiliki bukti hukum dan konflik pun bisa dihindari.

"Mau apa kalau sudah pegang ini? Enggak bisa apa-apa, ngaku-ngaku? Balik dia. Ini pentingnya bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki yang namanya sertifikat," jelas Jokowi.

Untuk itu, Presiden berpesan kepada masyarakat yang sudah pegang sertifikat agar disimpan dengan baik, difotokopi dan disimpan di tempat yang berbeda. “Yang asli difotokopi, disimpan di tempat berbeda. Nanti kalo yang asli hilang, masih punya yang fotokopi,” tuturnya.
 
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Jalil, Mendagri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. (*/bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post