Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Jokowi Ajak Seluruh Negara Bersatu Hadapi Pandemi Covid-19 di Sidang Umum PBB

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pemikiran pada Sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum Ke-75 PBB secara Virtual pada Rabu (23/9), dari Istana Merdeka, DKI Jakarta. (Foto: Kemlu)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh negara bersatu dan selalu menggunakan pendekatan win-win pada hubungan antarnegara yang saling menguntungkan terutama saat menghadapi Pandemi Covid-19.

JAKARTA - KABARE.ID: Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada Sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum Ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara Virtual pada hari Rabu (23/9), dari Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan keprihatinan masih terjadinya situasi kemiskinan, kelaparan, penghormatan kedaulatan dan integritas wilayah masih ada di berbagai belahan dunia saat pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Kita tahu dampak pandemi ini sangat luar biasa, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi. Kita juga paham, virus ini tidak mengenal batas negara, no one is safe until everyone is,” kata Presiden Jokowi.

Jika perpecahan dan rivalitas terus terjadi, Presiden Jokowi khawatir pijakan bagi stabilitas serta perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna dan dunia yang damai, stabil, dan sejahtera semakin sulit diwujudkan.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa tahun ini Indonesia juga merayakan kemerdekaan yang ke-75 tahun dan menjadi tekad bahwa Indonesia terus berkontribusi bagi perdamaian dunia, sesuai amanat konstitusi.

“Indonesia akan terus memainkan peran sebagai bridge builder, sebagai bagian dari solusi. Secara konsisten komitmen ini terus dijalankan Indonesia, termasuk saat Indonesia duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB,” imbuh Presiden Jokowi.

Spirit kerja sama, menurut Presiden Jokowi, akan selalu dikedepankan Indonesia, spirit yang menguntungkan semua pihak tanpa meninggalkan satu negarapun sebagaimana prinsip, “No one, no country should be left behind”.

Persamaan derajat inilah, lanjut Presiden Jokowi, yang ditekankan oleh Bapak Bangsa Indonesia Bung Karno, saat Konferensi Asia-Afrika di Bandung Tahun 1955 yang menghasilkan Dasasila Bandung.

“Hingga kini, prinsip Dasasila Bandung masih sangat relevan, termasuk penyelesaian perselisihan secara damai, pemajuan kerja sama, dan penghormatan terhadap hukum internasional,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di Konferensi Bandung yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaannya. “Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina untuk mendapatkan hak-haknya,” ungkap Presiden Jokowi.

Di kawasan negara-negara ASEAN lainnya, Presiden Jokowi menyampaikan Indonesia terus menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.

“Pada hari jadinya yang ke-53, 8 Agustus 2020 yang lalu, ASEAN kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Spirit kerja sama dan perdamaian inilah yang kemudian didorong Indonesia ke kawasan yang lebih luas, kawasan Indo-Pasifik, melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pasific,” ungkap Presiden Jokowi. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post