Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Presiden Jokowi Ajak Negara ASEAN Bersatu Menghadapi Perang Dagang AS-RRT

Presiden Jokowi di acara Rapat Terbatas Persiapan Kunjungan Kerja Presiden ke KTT ASEAN dan KTT G20, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/6) siang. (Foto: Jay/Humas Setkab)

Jokowi mengatakan, Indonesia harus dapat memanfaatkan momentum perang dagang AS-RRT untuk memperkuat ekonomi negara dan kepentingan nasional.

JAKARTA-KABARE.ID: Dalam beberapa waktu mendatang, Presiden Joko Widodo akan menghadiri dua konferensi tingkat tinggi (KTT), yakni KTT ke-34 ASEAN yang akan digelar di Thailand dan KTT G20 di Jepang.

Untuk mempersiapkan isu yang akan diangkat oleh Indonesia dalam dua forum internasional tersebut, Presiden Jokowi dan bersama dengan jajaran terkait melakukan pertemuan dan pembahasan di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, 19 Juni 2019.

Jokowi mengatakan, dalam partisipasi di dua KTT tersebut, Indonesia harus dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat ekonomi negara dan kepentingan nasional.

"Kita harus gunakan momentum dengan sebaik-baiknya untuk merebut peluang-peluang yang ada terutama dalam rangka penguatan ekonomi negara kita dan kepentingan nasional kita," kata Jokowi seperti dilansir dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Di KTT ASEAN sendiri, Jokowi mengatakan adanya tiga isu yang akan diangkat Indonesia. Pertama, mengenai perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta relevansinya dengan stabilitas ekonomi di kawasan Asia.

"Kita harus mengajak negara-negara ASEAN bersatu dalam mengantisipasi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok agar stabilitas ekonomi di ASEAN tetap terjaga," katanya.

Sementara dua isu lainnya ialah penanganan sampah laut di kawasan ASEAN serta upaya percepatan perdamaian di Rakhine State, Myanmar.

Adapun untuk KTT G20, Jokowi ingin mengangkat isu mengenai persoalan ekonomi dan keuangan global, utamanya dalam kaitannya dengan peningkatan investasi.

Selain itu, Indonesia bersama negara lainnya juga dapat membicarakan soal langkah-langkah inovasi dalam rangka pengembangan ekonomi digital dan artificial intelligence.

"Mungkin juga perlu diangkat mengenai penanganan kesenjangan kualitas infrastruktur, ketenagakerjaan, dan juga pemberdayaan perempuan di dunia," kata Jokowi. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post