Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Prediksi Tren Teknologi di Tahun 2020

Hendra Lesmana, CEO NTT Ltd. untuk Indonesia. (Foto: Kabare.id/ Baskoro DIen)

Kota dan masyarakat yang semakin terhubung akan menjadi fokus tersendiri di tahun 2020.

JAKARTA – KABARE.ID: NTT Ltd., penyedia layanan teknologi global, mengumumkan prediksi tren teknologi pada tahun 2020 dalam laporan berjudul “Gangguan Masa Depan: 2020”.

Hal pertama yang disorot oleh NTT adalah kehidupan digital. Hendra Lesmana, CEO NTT Ltd. untuk Indonesia mengatakan, dewasa ini hampir semua bisnis telah beralih ke digital. Ia mencontohkan pedagang mie ayam yang telah menggunakan teknologi digital.

“Bisnis yang awalnya offline kini mulai masuk ke online. Dan bagi pebisnis yang sudah online analisa data sangatlah penting,” ujar Hendra Lesmana dalam diskusi bersama awak media di kawasan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

Hendra menjelaskan, analisa data sangat penting sehingga para pebisnis bisa mengetahui pada pukul berapa traffic sedang tinggi, siapa saja pelanggannya, metode pembayaran dan pengiriman yang paling cocok, hingga platform yang dibutuhkan.

“Bagi pebisnis yang tidak siap untuk masuk digital sepertinya agak susah untuk bertahan. Karena tanpa ada analisa data, mereka menjadi buta strategi tentang berapa harus menyimpan stok atau harus melakukan diskon di platform tertentu,” ujarnya.

Hendra menekankan bahwa analisa data kedepannya tidak hanya dibutuhkan bagi pebisnis dengan skala kecil, tetapi juga para pebisnis dengan skala yang besar

Sistem keamanan yang lebih maju

Tren yang akan semakin berkembang di tahun ini adalah system keamanan yang lebih maju. Untuk Indonesia sendiri Hendra mencontohkan system e-tilang yang sudah diterapkan di Jakarta.

“NTT telah membantu kota Las Vegas untuk memanfaatkan system keamanan yang lebih maju. Dimana CCTV dapat menangkap gangguan kejahatan, seperti orang mabuk, peristiwa tabrakan, korban kejahatan, dan langsung mengirimkan gambar – gambar beserta suara kejadian kepada kepolisian setempat,” papar Hendra.

Hal ini diklaim Hendra dapat mempercepat polisi Las Vegas menuju tempat kejadian perkara lebih cepat. Dari yang sebelumnya bisa memakan waktu hingga 1 jam, menjadi hanya 20 menit, bahkan bisa kurang dari itu.

“Teknologi ini juga bisa diterapkan di pintu – pintu air yang punya potensi banjir. Sehingga ketika air sungai meluap, teknologi telah mengirimkan sinyal dan membuka pintu – pintu air mana saja yang diperlukan sehingga kejadian banjir bisa diminimalisir,” jelas Hendra.

Teknologi seperti ini juga telah diterapkan oleh Negara – Negara lain untuk mengelola perkebunan.

“Untuk skala global sudah terjadi di mana mana. Misalnya ada yang menggunakan untuk perkebunan, dimana teknologi ini digunakan untuk mengetahui sensor air, ketika kadar air berkurang maka sensor akan mengirimkan sinyal dan memerintahkan alat penyiram untuk bekerja,” ujar Hendra.

Untuk membaca lebih lanjut tentang tren yang akan kita lihat pada tahun 2020 dan selanjutnya - kunjungi halaman Masa Depan yang Terganggu. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post