Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Polri Siap Kawal Kebijakan Social Distancing

Ilustrasi: social distancing di moda transportasi massal. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww)

Polri akan melakukan imbauan sekaligus membubarkan jika ada keramaian di tengah- tengah masyarakat dengan cara persuasif dan humanis.

JAKARTA - KABARE.ID: Kepolisan Republik Indonesia (Polri) telah menginstruksikan seluruh personelnya untuk mengawal penerapan pembatasan sosial (social distancibg) guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan, hal ini sesuai dengan Maklumat Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Idham Azis Nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 bahwa Kepolisian Republik Indonesia akan mengawal kebijakan pemerintah terkait social distancing.

"Polri mengawal konsep social distancing. Saat ini teman-teman tidak boleh lagi mendekat ke saya person to person sebagai juru bicara, tapi kita menjaga jarak," kata Irjen Pol Mohammad Iqbal dalam konferensi pers yang disiarkan langsung oleh Divhumas Polri di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Selain itu, Polri pun melakukan imbauan sekaligus membubarkan jika ada keramaian di tengah- tengah masyarakat dengan cara persuasif dan humanis.

Dalam maklumat tersebut, Kapolri mengatakan pertimbangan keputusannya didasarkan cepatnya penyebaran virus Corona dan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan agar penyebaran tak meluas dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Polri berpedoman pada asas keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi atau Salus Populi Suprema Lex Esto. Menurut dia, maklumat ini dibuat untuk melindungi masyarakat.

Idham memerintahkan kegiatan sosial, budaya, keagamaan, aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan sejenisnya ditiadakan. Perintah ini juga termasuk untuk kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.

Selanjutnya, diperintahkan untuk tidak mengadakan kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menciptakan kerumunan massa.

Idham juga memerintahkan seluruh pihak tetap tenang, tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan imbauan Pemerintah.

Idham menjelaskan bahwa kegiatan yang sifatnya mendesak dan tak dapat dihindari hendaknya diselenggarakan dengan tetap menjaga jarak dan mengikuti protokol pencegahan penyebaran virus Corona yang telah dibuat Pemerintah.

Idham pun tidak memperbolehkan adanya penimbunan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan.

Ia pun meminta agar semua pihak tak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita yang sumbernya tidak jelas dan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dia meminta masyarakat menghubungi polisi jika mendapat informasi yang tak jelas.

"Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata Kapolri dalam maklumatnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post