Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Polisi Jaga Supermaket Pascagempa di Sulbar

Foto: Petugas Kepolisian di lokasi Gempa di Majene/ dok. Polda Sulbar

Untuk memberikan keamanan, pascagempa di Sulawesi Barat, setiap toko akan dijaga oleh delapan personel Kepolisian. Diharapkan dengan mulai beroperasinya toko-toko tersebut bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

SULAWESI - KABARE.ID: Pascagempa M6,2 di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dua supermarket mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karo Ops Polda Sulbar, AKBP Muhammad Helmi menyatakan, pihaknya melihat sampai hari ke-3 pasca gempa, kegiatan perekonomian di Sulbar belum berjalan. Hal ini pastinya akan menjadi persoalan tersendiri karena masyarakat harus memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Maka pimpinan kami Bapak Kapolda mengupayakan dan meyakinkan agar penguasaha retail yang ada di Sulbar untuk bisa kembali melakukan aktifitasnya. Hari ini sudah ada dua unit toko Alfamidi yang beroperasi," kata dia saat menggelar konferensi pers di Posko gempa di Sulbar yang ditayangkan secara virtual oleh BNPB, Senin (18/1/2021).

Untuk memberikan keamanan, jelas dia, setiap toko pun dijaga oleh delapan personel Kepolisian. Dia berharap dengan mulai beroperasinya supermarket- supermarket tersebut bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia pun meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan berita- berita hoaks terkait gempa Sulbar yang berkembang di media sosial.

Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 17 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 81 orang. Dengan rincian 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majane.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan para pengungsi, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene berupa 140 dus mie instan dan 10 dus air mineral pada Minggu (17/12021).

Sebelumnya BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan Gempabumi Sulawesi Barat sebesar 4 miliar Rupiah pada hari ini, Sabtu (16/1/2021). Bantuan tersebut diserahkan sebesar 2 miliar rupiah untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing 1 miliar rupiah untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Selain itu, BNPB mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post