Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

PIM Muara Baru, Pasar Ikan Kekinian yang Bersih dan Higienis

Presiden Jokowi menawar seekor ikan usai peresmian PIM Muara Baru, di Koja, Jakarta Utara, Rabu (13/3) malam. (Foto: Jay/Humas Setkab)

Pasar ikan biasanya identik dengan bau, kotor dan tidak nyaman. Namun tidak demikan dengan Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru yang mengusung konsep bersih, higienis dan modern.

JAKARTA-KABARE.ID: PIM Muara Baru merupakan terobosan baru one stop shopping aneka produk perikanan. Pasar ini diyaknini mampu memberikan pelayanan yang mudah dalam bertransaksi, serta menjadi salah satu tempat tujuan wisata di Kota Jakarta Utara.

Setelah proses pemindahan pedagang pada tanggal 16 Februari 2019, Pasar Ikan Modern ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (13/3) malam.

Bangunan PIM Muara Baru seluas 2 Ha dibangun di atas lahan sekitar 4,15 Ha dengan anggaran sebesar Rp150,69 miliar. PIM ini dibangun dengan sistem design and built oleh pelaksana PT. Pembangunan Perumahan dan Manajemen Kontruksi PT. Fajar Nusa Consultans.

PIM Muara Baru ini dapat menjadi sentra perikanan nasional yang strategis mengingat banyaknya ikan yang diperjualbelikan di pasar existing Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Muara Baru.

Berdasarkan data Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, setiap harinya, PPI Muara Baru memasarkan sekitar 400 ton ikan dengan nilai omset rata-rata sekitar Rp8-10 miliar. Ikan-ikan ini berasal dari wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur (sepanjang pantai utara Jawa). Ikan ini didominasi oleh jenis ikan laut yaitu kembung, cumi, tongkol, kakap, udang, dan jenis ikan air tawar seperti patin, bawal, dan mujair.

Baca juga: Pasar Ikan Modern Muara Baru Jadi Percontohan Program Nasional

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, PIM Muara Baru ini dibangun dengan beberapa tujuan. Di antaranya, meningkatkan konsumsi ikan nasional, menyediakan tempat jual-beli yang nyaman, memenuhi standar sanitasi yang higienis, serta menyediakan ikan yang bermutu, aman dikonsumsi, beragam, dan terjangkau.

Selain itu, juga bertujuan untuk mengembangkan sentra bisnis perikanan dan industri pendukungnya, mengembangkan tempat promosi dan edukasi sektor kelautan dan perikanan, hingga sebagai destinasi wisata sektor kelautan dan perikanan.

“Pasar ikan bisa jadi destinasi wisata, selain sebagai tempat menjual ikan, kita bangun pasar ikan yang higienis. Kita ubah paradigma pasar ikan yang identik dengan kotor dan bau menjadi tempat yang bersih dan nyaman. Jadi orang-orang bisa dengan nyaman menyaksikan aktivitas perikanan,” ujar Susi dalam keterangan resminya, Rabu (13/3).

PIM Muara Baru ini dibangun sebanyak tiga lantai dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. “Di sini ada 896 unit lapak untuk menjual ikan segar,” ujar Susi.

Selain lapak ikan segar, PIM Muara Baru juga dilengkapi dengan 155 unit kios maritim, 8 unit food court, 2 unit ice flake machine kapasitas 10 ton, area pemasaran retail, laboratorium, chilling room kapasitas 30 ton, area bongkar muat, pengepakan, depot es dan garam, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Baca juga: Pemerintah Tata Permukiman Nelayan di 11 Wilayah untuk Percontohan Nasional

Sebagai fasilitas penunjang juga dibangun gedung pengelola, perbankan, ruang informasi dan edukasi, ruang pertemuan, gudang, pos jaga, dan masjid.

Menurut Menteri Susi, demi mendukung operasional PIM yang baik  juga akan diberikan pelatihan kepada setiap petugas, mulai dari tingkat manajemen, teknis, kebersihan, keamanan, dan sebagainya. Pedagang pun akan diberikan pelatihan bagaimana memenuhi standar mutu dan kualitas yang dipersyaratkan.

Sebagai bentuk perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha, nantinya setiap pedagang di PIM Muara Baru akan dibekali dengan kartu KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan). Kartu ini juga digunakan untuk mendorong percepatan pelayanan, peningkatan kesejahteraan, dan menciptakan efektivitas dan efisiensi program pemerintah agar tepat sasaran bagi para pelaku usaha.

Saat ini akan diserahkan kartu KUSUKA kepada 231 pedagang ikan dari 397 pedagang PIM Muara Baru yang telah terdaftar oleh KKP. Selanjutnya, PIM Muara Baru diharapkan dapat meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat, produktivitas dan nilai tambah produk perikanan, serta mendorong peningkatan angka konsumsi ikan nasional. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post