Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng Punya Teknologi Arsinum

Gus Solah dan Kepala BPPT, Hammam Riza sedang mencoba teknologi Arsinum di Pesantren MQ Tebuireng. (Foto: dok. BPPT)

Teknologi Arsinum mampu mengolah air tanah menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

JOMBANG-KABARE.ID: Belum lama ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan diseminasi teknologi Arsinum (Air Siap Minum) di Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (28/5).

Inovasi itu mampu mengolah air tanah menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

Alhamdulillah, akhirnya BPPT diberikan kesempatan untuk menerapkan teknologinya di MQ Tebuireng,” ujar Kepala BPPT, Hammam Riza di lokasi.  

Hammam menjelaskan, Arsinum mampu menghasilkan 5.000 liter air siap minum per harinya. "Ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan santri MQ Tebuireng yang berjumlah 1.750,” ujarnya.

Teknologi Arsinum ini menggunakan sumber air tanah yang diolah dengan teknologi membran yang terdiri dari tiga tahapan penyaringan. Pertama adalah penyaringan awal dengan Bag Filter, diteruskan dengan penyaringan membran Ultrafiltrasi, terakhir dengan membran Reverse Osmosis.

“Tiga tahapan ini ditujukan untuk menyaring partikel-partikel kecil seperti bakteri, mineral logam, dan bahan berbahaya lainnya sehingga memenuhi persyaratan kesehatan sebagai air minum yang layak,” ujarnya.

Teknologi Arsinum itu merupakan generasi ke-4 yang sudah disertai otomasi, dan dilengkapi dengan interface dalam bentuk digital. “Jadi ini keluaran terbaru, sudah ada layarnya untuk maintenance. Para pengguna Arsinum pun bisa lebih mudah dalam pemantauan proses pengolaan air, hasil keluaran air, dan kapan harus mengganti membran,” ujarnya.

Menurut Hamman, inovasi Arsinum merupakan salah satu hilirisasi teknologi yang berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Semoga Arsinum ini dapat bermanfaat bagi para santri MQ Tebuireng dan menjadi gerbang pembuka kerja sama lainnya untuk mencetak santri-santri yang tidak hanya menguasai agama, namun juga mencintai bahkan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Madrasatul Quran Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid mengucapkan syukur dan terima kasih atas bantuan teknologi Arsinum dari BPPT.

Kyai yang akrab disapa Gus Solah itu berharap ada kerja sama lebih jauh di bidang iptek, karena di MQ Tebuireng terdapat SMA Pesantren Sains, di mana di dalam kurikulumnya terdapat pelajaran ayat Al-Quran yang membahas alam semesta.

“Jika kita mempelajari Al-Quran dengan menyeluruh, maka akan kita temui 800 ayat yang membahas kebesaran Allah SWT di alam semesta ini, dan hanya 150 ayat saja yang membahas akhirat. Sayangnya mayoritas masyarakat kita banyak yang membahas akhiratnya saja,” ujar Gus Sholah.

Ia pun berharap BPPT mampu membimbing santri MQ Tebuireng untuk semakin memahami dan mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi. “Terima kasih atas bantuan Arsinum dari BPPT, dan semoga BPPT bisa berkolaborasi dengan para santri untuk memajukan Indonesia melalui iptek,” harap Gus Solah. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post