Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Perusahaan Norwegia Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Budidaya Ikan Terpadu di TEI 2019

Ilustrasi: Aneka jenis ikan di Indonesia. (IST)

Perusahaan asal Norwegia itu memiliki teknologi Recirculating Aquaculture System yang mampu memproduksi produksi makanan yang rendah karbon dan berkelanjutan di masa mendatang.

JAKARTA – KABARE.ID: Konsorsium perusahaan-perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers melakukan kerja sama dengan perusahaan asal Norwegia, Sterner AS untuk mengembangkan bisnis budidaya perikanan onshore fishfarming berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) di Indonesia.

Acara penandatanganan dilakukan oleh Ferry Budiman selaku Direktur PT El Rose Brothers dan Gisle Larsen selaku Direktur Sterner AS di sela-sela perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019, di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (16/10/19).

Melalui kerja sama itu, PT El Rose Brothers akan memulai pembangunan fasilitas RAS tersebut di Provinsi D.I. Yogyakarta pada tahun 2020 dengan rencana kapasitas produksi tahap I sebesar 2.500 ton per tahun produk ikan kakap putih (Barramundi). Proyek ini direncanakan akan mendatangkan investasi senilai USD 50 juta.

Dalam keterangan resmi Kemlu.go.id, Jumat (18/10) disebutkan bahwa penggunaan teknologi RAS asal Norwegia pada bisnis budidaya perikanan diharapkan dapat menghasilkan produk ikan yang berkualitas tinggi. PT El Rose Brothers berencana juga akan membangun fasilitas pembibitan yang akan sangat bermanfaat bagi pengoperasian fasilitas RAS tersebut serta meningkatkan kualitas produk perikanan Indonesia secara umum.

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan El Rose Brothers untuk memulai babak baru dalam produksi produk perikanan onshore di Indonesia,” ujar Gisle Larsen dalam keterangan resmi itu.

Foto: Kemlu RI


Sementara itu, Ferry Budiman menyatakan bahwa melalui integrasi teknologi budidaya perikanan yang dimiliki Sterner, pihaknya optimis akan menjadi yang terunggul dalam hal produksi produk perikanan.

“Kami memang bertujuan untuk menjadi produsen produk perikanan dengan fasilitas onshore (kawasan daratan) dalam kurun waktu lima tahun mendatang yang akan menyediakan produk untuk pasar domestik maupun global,” ujarnya.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia, Todung Mulya Lubis yang turut menyaksikan prosesi penandatanganan kerja sama tersebut berharapagar proyek tersebut dapat segera beroperasi dengan memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku di Indonesia.

“Dengan demikian, proyek ini dapat mendukung peningkatan perekonomian nasional dan memberi kemaslahatan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi DI Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya," tandas Dubes Lubis.

Teknologi RAS mampu memproduksi produksi makanan yang rendah karbon dan berkelanjutan di masa mendatang. Fasilitas berbasis teknologi RAS milik Sterner memungkinkan produksi berdasarkan quality assurance, traceability dan managed growth pada lingkungan yang zero waste dan low carbon. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post