Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Perusahaan Arab Borong Buah dan Sayuran Indonesia

Ilustrasi: Buah-buahan Indonesia. (Pixabay)

Perusahaan Arab Saudi Maula Al Dawilah Trading & Co melakukan pembelian produk holtikultura Indonesia, berupa berupa buah dan sayuran senilai USD5,35 juta atau Rp77 miliar selama satu tahun.

ARAB SAUDI-KABARE.ID: Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan mengatakan, impor buah dan sayuran khas Indonesia yang dilakukan importir Arab Saudi bertujuan untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang tinggal di sana untuk mendapatkan produk-produk tersebut.

Produk-produk yang diimpor, antara lain buah naga, durian, pisang, mangga, pepaya, nangka, sirsak, rambutan, salak, manggis, belimbing, petai, jengkol, dan bahan sayur-sayuran.

Beragam bumbu tradisional juga ikut serta diimpor seperti lengkuas, cabai, kemiri, bawang merah, bawang putih, jahe, kayu manis, tanaman apotek hidup, daun kelapa, serta buah kelapa.

Selain itu, Maula Al Dawilah Trading & Co juga mengimpor aneka makanan olahan seperti kerupuk, kacang dan produk olahan kacang, biskuit, aneka kopi, minuman sereal, gula merah, kopi, produk mi dan bihun, tepung beras, tepung jagung, kecap sedap, santan cair, buah-buahan kaleng, tuna, dan kedelai.

Baca juga: Sembilan UMKM Indonesia Ikut Pameran Internasional di Sudan

Maula Al Dawilah Trading & Co mendatangkan buah-buahan dari Indonesia secara rutin sebanyak 3-5 ton setiap minggunya atau sebanyak 130-170 ton setiap tahun melalui kargo udara dengan proses pengiriman selama dua hari.

Sedangkan untuk produk makanan dan minuman olahan serta buah dan sayur yang tahan lama, pengirimannya dilakukan melalui kapal laut selama 15-20 hari.

Gunawan menuturkan dari total impor 70 persennya merupakan produk Indonesia. Sedangkan 30 persen sisanya merupakan produk-produk tambahan dari Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Maula Al Dawilah Trading & Co mempunyai dua gudang besar yang berada di Jeddah dan Dammam untuk memenuhi kebutuhan produk Indonesia di Arab Saudi. Proses distribusi bisa dilakukan cepat hingga wilayah bagian barat dan timur.

Baca juga: Indonesia Kirim Gerbong Kereta Api ke Bangladesh

Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Jeddah M. Hery Saripudin menambahkan dorongan terus dilakukan untuk meningkatkan perdagangan produk pertanian, perkebunan, dan makanan olahan dari Indonesia.

Importir Arab Saudi juga telah mengikuti haji dan umrah di Balai Nusantara KJRI Jeddah pada 24-26 Januari 2019. "Melalui pameran haji dan umrah, importir Arab Saudi akan dipertemukan dengan pengusaha katering Indonesia yang menyuplai mamin (makanan dan minuman) selama haji,” kata Hery melalui keterangan resmi, Senin, 28 Januari 2019.

“Dengan memasuki pasar haji, importir tidak hanya memasok ke pasar reguler seperti toko, restoran, dan pasar ritel modern, tetapi juga memasok katering haji yang memiliki konsumen yang sangat besar," ujarnya.

Selain mengimpor buah dan sayur Indonesia, saat ini Maula Al Dawilah Trading & Co sedang melakukan pendaftaran impor pada salah satu merek kopi Indonesia di Kementerian Perdagangan dan Investasi (MCI) Arab Saudi.

KJRI Jeddah akan memfasilitasi dan mengawal rencana perusahaan untuk mendaftarkan produknya di MCI Arab Saudi. "Ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya pemalsuan produk atau pendaftaran produk sejenis yang dilakukan oleh perusahaan lain," tuturnya.

Baca juga: Tujuh Perusahaan Indonesia Ikut Pameran Horecava di Belanda

Hery juga berharap bahwa Maula Al Dawilah Trading & Co dapat mengembangkan pasar produk Indonesia tidak hanya di Arab Saudi, tetapi juga di wilayah Gulf Cooperation Council (GCC) dan wilayah Afrika bagian timur seperti Djibouti, Somalia, dan Sudan.

Ia menambahkan, negara-negara di wilayah timur Afrika memiliki pasar yang sangat terbuka bagi produk yang telah mendapatkan pengakuan standar dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) dan Saudi Accreditation and Standardization Organization (SASO).

“Selain itu, dengan memperluas pasar, maka akan semakin meningkatkan ekspor produk-produk Indonesia khususnya buah dan sayur," pungkas Hery. (rls/met/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post