Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

PERDANA di Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kejari Manokwari lakukan Restorative Justice

Kejari Manokwari Damly Rowelcis, S.H, didampingi oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Roberto Sohilait, S.H.

Restorative Justice ini berlaku bagi mereka yang baru pertama kali melakukan tindak pidana dan bukan resedivis.

MANOKWARI - KABARE.ID: Kejaksaan Negeri Manokwari untuk pertama kali melaksanakan Restorative Justice / Keadilan Restoratif sejak terbitnya Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 Tahun 2020. Bertempat di Gedung Aula Kejaksaan Negeri Manokwari Provinsi Papua Barat dilakukan penyelesaian perkara tindak pidana pencurian dalam keluarga, yaitu dengan melibatkan tersangka, korban dan bersama-sama dengan keluarga dari kedua belah pihak (pelaku/korban).

Kapala Kejaksaan Negeri Manokwari Damly Rowelcis, S.H, didampingi oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Roberto Sohilait, S.H. dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Binang M.C. Yomaki, S.H. dan turut dihadiri oleh pihak penyidik Polsek Amban.

Pengumuman Kebebasan tersangka dilakukan langsung oleh Kajari Manokwari Damly Rowelcis, S.H. disaksikan oleh korban, pihak keluarga kedua belah pihak dan penyidik. Dalam arahannya Kajari menyampaikan bahwa diterapkannya kebijakan Restorative Justice oleh pihak Kejari Manokwari ini merupakan yang pertama kali dilakukan di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Papua Barat.  Tersangka yang disangka melanggar pasal 367 KUHP yaitu pencurian dalam keluarga.  Dengan adanya PERJA No. 15 Tahun 2020 tentang Keadilan Restoratif, maka melalui Restorative Justice kasus tersebut dapat dihentikan tentunya setelah mendapat pertimbangan dan persetujuan dari Kejaksaan Tinggi Papua Barat. 

Kajari juga menyampaikan bahwa Restorative Justice ini berlaku bagi mereka yang baru pertama kali melakukan tindak pidana dan bukan resedivis. Lanjut mantan Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Kalimantan Timur ini lagi,  bahwa Restorative Justice tidak berlaku bagi pelaku tidak pidana yang diancam di atas 5 Tahun, dan dengan kerugian dibawah Rp.2,5 juta serta telah melakukan mediasi dan perdamaian yang diterima oleh kedua belah pihak.

Kejari Manokwari Damly Rowelcis, S.H, didampingi oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Roberto Sohilait, S.H. dan JPU Binang M.C. Yomaki, S.H. (Foto.Nio)


Sementara itu Jaksa Penuntut Umum  Binang M.C. Yomaki, S.H. menyampaikan bahwa perkara yang melibatkan pasangan suami istri ini mulai ditangani oleh pihak penyidik kepolisian sejak bulan 4 Juni 2020, kemudian penyerahan tersangka dan barang bukti ke pihak Kejari Manokwari tanggal 30 Juli 2020.  Selanjutnya pihak korban menyampaikan surat permohonan pembebasan terhadap tersangka kepada Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari. Dan pada hari ini tersangka yang juga adalah suami dan korban bisa memperoleh kebebasannya, tambah salah satu Jaksa Putra Asli Papua Barat ini. (Nio)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post