Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Perbatasan Negara Akan Dijadikan Embrio Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan). (Foto: Kementerian PUPR)

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Pos Lintas Batas Negara tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

MERAUKE-KABARE.ID: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau Pos Perbatasan Sota dalam perjalanannya dari Merauke menuju Boven Digul, Jumat (16/3/2018) yang dimulai sejak pagi pukul 05.30 WIT.

Dalam kunjungan tersebut Menteri Basuki sempat berbincang dengan Daud, Ketua Adat masyarakat di perbatasan mengenai rencana pembangunan perumahan bagi masyarakat perbatasan.

"Pembangunan PLBN (Pos Lintas Batas Negara) tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," kata Menteri Basuki.

Pembangunan kawasan perbatasan Sota dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya terbagi menjadi zona inti, sub inti dan pendukung. Pada zona inti akan dibangun PLBN, gudang sita, klinik.

Zona sub inti berupa rumah pegawai, wisma Indonesia dan zona pendukung berupa rest area, gereja, musola, parkir dan renovasi Pasar Sota.

Infrastruktur permukiman bagi warga sekitar perbatasan juga akan dibangun seperti sistem penyediaan air minum (SPAM), tempat pengolahan sampah, penyediaan MCK dan septic tank komunal, jalan lingkungan dan drainase bagi masyarakat sekitar perbatasan.

Menteri Basuki mengatakan pembangunan kawasan perbatasan Sota di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua akan mulai dikerjakan pada Juni 2018. Lokasi perbatasan Sota berjarak sekitar 80 km dari Merauke dengan kondisi jalan mantap sehingga bisa ditempuh dalam waktu satu jam.

“Saat ini pelintas batas sekitar 20-25 orang setiap hari. Kita akan perbaiki meski tidak sebesar Skouw di Jayapura. Kita akan perbaiki fasilitasnya sehingga disamping fungsi pertahanan keamanan bisa menjadi tujuan orang melihat perbatasan di selatan Papua,” kata Menteri Basuki.

Hal ini sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan menjadikan pos lintas batas sebagai beranda depan Indonesia yang membanggakan sebagai sebuah bangsa besar.

Sebelumnya, pada 2016 Kementerian PUPR telah menyelesaikan tujuh PLBN yang diresmikan oleh Presiden Jokowi. Ketujuh PLBN yakni PLBN Wini, Motaain, dan Motamasin di NTT berbatasan dengan Timor Leste, PLBN Entikong, Badau dan Aruk di Kalimantan Barat berbatasan dengan Malaysia, serta PLBN Skouw di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki  yakni Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Kepala Balai Pelaksanaan ‪Jalan Nasional XVIII Jayapura‬ Osman H. Marbun, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Merauke Nimrod Rumaropen dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Sumber: Kementerian PUPR

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post