Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Penjualan Produk Indofood Meningkat 43 Persen di Kawasan Midwest Amerika

Calon Buyer dari BEEGS Inc mencoba mie instan Indomie dari berbagai macam rasa. (Foto: dok. Kemlu RI)

Produk Indofood di kawasan Midwest AS mencatatkan peningkatan sebesar 43 persen yang merupakan rekor di wilayah Amerika. Diantara Negara ASEAN, Thailand masih mendominasi untuk ekspor produk makanan ke AS dan Indonesia berada di urutan ke-3.

AMERIKA-KABARE.ID: Indofood, produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta, ikut berpameran di Pameran National Restaurant Association 2019 (NRA 2019) yang berlangsung pada tanggal 18 – 21 Mei 2019 di Mc Cormick Place, Chicago, Amerika Serikat.

Konsul Jenderal RI di Chicago Rosmalawati Chalid mengatakan, dalam keikutsertaan kali ini, KJRI Chicago bersama dengan ITPC Chicago serta Indofood ingin lebih meningkatkan penjualan produk makanan Indonesia, khususnya produk Indofood di pasar produk makanan wilayah Midwest Amerika Serikat.

“Kita bangga bahwa produk Indofood sudah mencatatkan penjualan yang cukup meningkat secara signifikan serta memiliki brand awareness yang cukup tinggi di wilayah Midwest Amerika Serikat," kata Rosmalawati Chalid dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Jumat (24/5).

Rosma mengatakan, produk Indofood di kawasan Midwest AS mencatatkan peningkatan sebesar 43 persen yang merupakan rekor di wilayah Amerika. “Momentum tersebut yang ingin kami optimalkan dengan lebih gencar melakukan promosi dan kerja sama strategis dengan mitra distributor, importir dan retailer di kawasan Midwest,” ujarnya.

“Selain itu kami bersama Indofood juga mencoba melakukan diversifikasi produk yang dipasarkan, di mana untuk tahun ini produk snacks dan condiments seperti saus, kecap, sambal menjadi salah satu produk baru yang kami coba pasarkan secara lebih fokus dan segmented," ujarnya.

Ini dilakukan mengingat diantara Negara ASEAN, Thailand masih mendominasi untuk ekspor produk makanan ke AS. Dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya mereka menguasai 37 persen dari pangsa pasarnya, yang diikuti oleh Vietnam dan Indonesia di peringkat ke-3.

NRA adalah salah satu pameran terbesar untuk para industri restoran di wilayah Amerika Utara. Total potensi transaksi y​ang dihasilkan selama 4 hari pameran berlangsung adalah sekitar 3,142,000 U$ yang berasal dari 25 transaksi.

Selama 4 hari Pameran, Paviliun Indonesia mendapatkan respon yang sangat positif dan ramai dikunjungi oleh lebih dari 135 potential buyer yang hadir, termasuk importir, distributor, retailer, di sektor makanan dan minuman.

Selain memamerkan produk, Indonesian Pavilion juga mengadakan pertemuan bisnis dengan beberapa perusahaan besar AS yang bergerak di sektor Industri makanan minuman antara lain Pepsi Co, dan Turano, Libbey dan juga industri perikanan yaitu Regal Springs. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post