Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Penjelasan Jokowi terkait Pembangunan Kilang Minyak Tuban yang Ditolak Warga

Presiden Joko Widodo saat menjawab pertanyaan wartawan terkait penolakan warga atas pembangunan kilang minyak di wilayah Tuban. (Foto: BPMI)

Presiden Jokowi menegaskan bahwa investasi pembangunan dan upgrading kilang minyak di sejumlah daerah di Tanah Air bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

TUBAN-KABARE.ID: Menanggapi adanya penolakan sebagian warga Tuban terkait lokasi pembangunan kilang minyak di daerah mereka, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar segala aspirasi warga disampaikan ke kepala daerahnya baik bupati maupun gubernur.

“Yang penting dibicarakan kalau ada yang belum setuju,” kata Presiden saat menjawab pertanyaan jurnalis di sebuah rumah makan di Tuban, Jumat malam, 1 Februari 2019.

Seperti diketahui, pemerintahan berencana membangun sejumlah kilang minyak di wilayah Indonesia, antara lain Tuban, Balikpapan, Bontang, Cilacap dan Balongan. Khusus di Tuban, pembangunannya akan melibatkan Pertamina dan perusahaan minyak dari Rusia, Rosneft.

“Dengan adanya kilang (minyak), kita ingin investasi itu membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, dan sekaligus tentu saja akan meningkatkan ekonomi daerah,” kata Jokowi.

Baca juga: Strategi Jokowi Agar Harga Komoditas Pertanian Tidak Anjlok Saat Panen

Jokowi menjelaskan, Kilang Minyak Tuban adalah proyek pembangunan kilang minyak baru dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari. Dengan dibangunnya kilang minyak tersebut, diharapkan dapat meningkatkan penyediaan bahan bakar di Indonesia sehingga dapat menurunkan ketergantungan terhadap impor.

“Kita ingin memiliki refinery, kilang minyak sendiri, yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri sehingga akan meningkatkan kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia. Dan salah satu kilang baru yang akan dibangun ya di Tuban ini. Jadi yang di Tuban adalah kerjasama antara Pertamina dengan Rosneft,” jelasnya.

Sebelumnya, Selasa (29/1/2019), ribuan massa dari enam desa di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Tuban. Mereka mengklaim pembebasan lahan kilang minyak hanya untuk kepentingan perusahaan, bukan untuk rakyat.

“Intinya kami tolak kilang minyak Pertamina-Rosneft, kami tidak mau menjual tanah, petani sudah kaya,” ujar Korlap aksi, Munasih. (bpmi/sur/bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post