Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Pengusaha Indonesia Ikut Pameran Produk Rumah Tangga Internasional di Jerman

Salah satu produk Indonesia yang ditampilkan di Pameran Ambiente Messe di Jerman. (Foto: Kemenlu RI)

Keikutsertaan pengusaha Indonesia pada pameran Ambiente Messe di Jerman bertujuan agar para produsen Indonesia menembus pasar global. Hal ini mengingat Ambiente Messe merupakan salah satu pameran consumer goods terbesar di dunia, yang diikuti produsen dan pembeli dari mancanegara.

JERMAN-KABARE.ID: Lebih dari 63 perusahaan Indonesia ikut memeriahkan Pameran Ambiente, sebuah pameran produk rumah tangga internasional yang diselenggarakan di Messe, Frankfurt, Jerman pada 8 - 12 Februari 2019.  

Peserta Indonesia terdiri dari peserta mandiri dan dukungan Pemerintah Indonesia. Produk yang ditampilkan berupa inovasi produk pecah belah, peralatan dapur dan rumah tangga, aksesori, suvenir serta kerajinan tangan dalam Paviliun Indonesia seluas 120 meter persegi.

Baca juga: Kopi Indonesia jadi ‘Market Leader’ di Rusia

Informasi yang dihimpun oleh Kementerian Luar Negeri RI, Senin (11/2/2019) menyebutkan bahwa pameran Ambiente merupakan salah satu pameran tahunan terbesar di dunia yang menjadi ajang promosi penting di Jerman dan Eropa untuk berbagai produk tableware, kitchenware, household products, aksesoris, suvenir, dan dekorasi.

Pameran tahun ini diikuti oleh lebih dari 4.440 eksibitor internasional dari berbagai Negara, antara lain Jerman, Perancis, Belanda, Spanyol, Portugal, Swedia dan Polandia, serta Negara-negara Asia dan Amerika. Total jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 140.000 orang.

Baca juga: Perusahaan Arab Borong Buah dan Sayuran Indonesia

Pada kesempatan kunjungan ke Paviliun Indonesia, Konjen RI Frankfurt menyampaikan bahwa pameran Ambiente ini dapat menjadi pintu bagi Indonesia untuk masuk ke pasar global dan bahkan menjadi pemain utama.

Para peserta Indonesia menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pameran Ambiente sangat membantu dalam mempromosikan inovasi produk terbarunya, membuka hubungan bisnis baru, membina hubungan baik dengan para buyer, mendapatkan pemahaman situasi pasar dan trend produk terkini, serta melakukan studi banding terhadap para kompetitor. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post