Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Pengungsi Longsor di Nganjuk Keracunan Usai Konsumsi Mie Ayam Berformalin

Ilustrasi: Mie Ayam. Foto Istimewa

Puluhan pengungsi dan relawan bencana longsor di Kabupaten Nganjuk dilaporkan keracunan makanan usai menyantap makanan yang didapat dari bantuan masyarakat.

KABARE.ID - Puluhan warga yang terdiri dari pengungsi dan relawan bencana longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dilaporkan keracunan makanan usai menyantap makanan yang didapat dari bantuan masyarakat.

Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadhi Agung Pratama mengatakan, hingga saat ini ada 44 orang yang mengalami keracunan. Dari total korban tersebut 33 di antaranya mengalami gejala ringan sehingga cukup dilakukan rawat jalan.

“Tadi malam kita mendapatkan laporan sekitar pukul 22.00 WIB ada beberapa orang yang mengalami gejala mual, muntah, pusing dan diare. Itu terdiri dari masyarakat pengungsi dan juga beberapa relawan,” katanya pada Jumat (19/2/2021).

Harviadhi mengatakan, setelah mendapatkan laporan itu pihaknya langsung menerjunkan satu unit Pidsus dan Inafis untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan itu, penyebab warga keracunan diduga berasal dari makanan mie ayam.

“Gejala yang dialami oleh masyarakat diduga berasal atau keracunan dari makanan yaitu berupa mie ayam yang dikemas dalam bentuk cup siap saji, yang diperkirakan berasal dari masyarakat atau kiriman bantuan dari masyarakat,” jelas Harviadhi.

Sebab, lanjut dia, hasil uji sampel dari mie ayam tersebut diketahui mengandung formalin.

"Makanan tersebut mengandung formaldehyde baik dari mi-nya maupun saus dan juga kecap, termasuk minyak bumbu, yang orang awam bilang atau biasa kita kenal dengan istilah formalin,” kata Harviadhi menambahkan.

Dikatakan Harviadhi, mie ayam tersebut diketahui bukan dari masakan dapur umum di posko pengungsian setempat. Melainkan berasal dari sumbangan beberapa warga yang mengaku dari paguyuban mie ayam asal Surabaya.

Adapun mie ayam yang dibagikan kepada pengungsi dan relawan tersebut diketahui berjumlah 2.000 porsi.

“Jadi kita peroleh informasi pada hari Rabu tanggal 17 Februari (2021) ada beberapa orang yang mengaku berasal dari paguyuban mie ayam asal Surabaya menawarkan bantuan makanan sebanyak 2.000 porsi mie ayam,” ungkap Harvi.

Untuk mengusut kasus tersebut, pihaknya mengaku akan memanggil pemberi bantuan itu untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ada dua orang yang rencananya hari ini akan kami lakukan penjemputan dan pemeriksaan. Kita ambil keterangannya,” jelas Harviadhi.

Sementara itu, Bagus (32), salah satu korban keracunan makanan di lokasi bencana longsor Dusun Selopuro, Ngetos, Nganjuk, masih dirawat di Puskesmas Ngetos, Jumat (19/2/2021).

Akibat mengalami keracunan itu, Bagus saat ini harus dilakukan perawatan medis di Puskesmas Ngetos.

“Pertama terasa mual, terus diare satu dua kali. Habis minum obat diare, itu ke sini dikasih obat sama puskesmas, terus muntah. Terus diare lagi, diinfus,” kata Bagus yang masih dirawat di Puskesmas Ngetos, Jumat (19/2/2021).

Sementara Kepala Puskesmas Ngetos saat hendak dikonfirmasi terkait kejadian itu menolak untuk memberikan keterangan.

Pihaknya juga tidak berkenan memberikan izin untuk wawancara kepada korban lainnya dengan alasan masih pandemi. (*)

 

Sumber: Kompas.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post