Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Peneliti Jepang Sebut Kopi dan Teh Hijau Dapat Kurangi Risiko Kematian Akibat Diabetes

Foto: Istimewa

Sebuah studi baru yang dilakukan para peneliti di Jepang mengungkapkan bahwa kopi dan teh hijau dapat mengurangi risiko kematian akibat diabetes.

JAKARTA - KABARE.ID: Peneliti dari Kyushu University ini menggunakan data dari 4.923 pasien dengan diabetes tipe-2. Para peserta penelitian berusia lebih dari 20 tahun, dengan rata-rata usia 66 tahun.

Setiap peserta memberikan berbagai informasi detail mengenai kondisi kesehatan, frekuensi olahraga, status merokok, konsumsi alkohol, durasi tidur, indeks massa tubuh, dan tekanan darah. Peserta juga memberikan detail informasi pola makan, termasuk kebiasaan minum kopi dan teh hijau.

Penelitian dilakukan selama 5 tahun. Selama masa tindak lanjut, sebanyak 309 pasien dilaporkan meninggal.

Hasilnya, penelitian yang dipublikasikan dalam BMJ Open Diabetes Research and Care ini menemukan, pasien yang meminum lebih dari satu cangkir teh hijau atau kopi per hari memiliki risiko yang lebih rendah terhadap kematian akibat diabetes, dibandingkan mereka yang tidak meminum keduanya.

"Konsumsi kopi dan teh hijau yang lebih tinggi secara signifikan dikaitkan dengan penurunan risiko semua penyebab kematian pada orang dengan diabetes tipe-2," tulis para peneliti, melansir Medical News Today.

Kombinasi konsumsi kopi dan teh hijau secara signifikan dapat mengurangi risiko kematian akibat diabetes hingga total 63 persen.

Secara mendetail, berikut efek yang diberikan oleh kebiasaan meminum kopi dan teh hijau pada orang dengan diabetes:

Dua atau lebih cangkir kopi dan 2-3 cangkir teh hijau = risiko kematian 51 persen lebih rendah.

Satu cangkir kopi dan 4 atau lebih cangkir teh hijau = risiko kematian 58 persen lebih rendah.

Dua atau lebih cangkir kopi dan 4 atau lebih cangkir teh hijau = risiko kematian 63 persen lebih rendah.

Kendati demikian, penelitian ini memiliki berbagai keterbatasan. Informasi mengenai konsumsi kopi dan teh hijau hanya didapat oleh masing-masing peserta berdasarkan kuesioner. Informasi juga hanya didapat pada masa awal penelitian, yang mungkin berubah selama lima tahun masa penelitian. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post