Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Pendidikan Antikorupsi Akan Dimasukan Dalam Kurikulum

Foto: Kemdikbud

Untuk menumbuhkan sikap antikorupsi pada generasi muda, maka pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak dini.

JAKARTA-KABARE.ID: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerin Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerjasama untuk mengimplementasikan pendidikan antikorupsi pada jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Penandatanganan kerjasama itu dilakukan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, serta Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin,

“Antara Kemendikbud dengan KPK sudah terjalin kerja sama yang sangat erat terutama dalam pengawalan program-program dan anggaran di Kemendikbud dan sekarang ini juga sudah menyusun kurikulum bersama,” kata Mendikbud, Muhadjir Effendy, usai menandatangani Komitmen Pendidikan Karakter dan Budaya Antikorupsi di Hotel Kartika Chandra, Jakarta (11/12/2018).

Mendikbud menambahkan, masyarakat harus paham bahwa kurikulum berbeda dengan pelajaran. “Jadi kalau nanti dimasukkan ke dalam kurikulum, jangan bayangkan akan ada mata pelajaran baru. Kalau itu yang dimaksud, beban di tingkat pendidikan dasar dan menengah sudah terlalu banyak. Jadi nanti harus ada cara-cara yang inovatif dan kreatif untuk mengimplementasikan program gerakan antikorupsi di sekolah,” jelas Mendikbud,

Mendikbud menjelaskan, Kemendikbud juga mempunyai program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang salah satu poinnya adalah integritas yang menjadi pintu masuk penerapan kurikulum di sekolah.

“Kami siap untuk merealisasikan apa yang telah kita canangkan bersama. Kita bersatu tekad untuk membangun Indonesia yang lebih maju, baik, dan bersih untuk masa depan, dengan cara memerangi korupsi di Indonesia,” tegas Mendikbud. (rls/bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post