Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Pendekar Silat Beraksi di Dalam Laut

Para pendekar menunjukkan atraksi jurus silat di kedalaman lima meter di bawah permukaan air laut. (Sandi Sumarsono)

Seribu pendekar silat dari berbagai perguruan berkumpul di pesisir Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Mereka mengikuti apel pendekar sekaligus menyemarakkan silat di permukaan laut.

BANYUWANGI-KABARE.ID: Meski berbeda perguruan, para pendekar silat ini tampak akrab saat menggelar apel pendekar yang berada persis di bibir pantai. Dalam apel itu, para pendekar juga mengucapkan ikrar pendekar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Usai apel dan ikrar, ribuan pendekar bersama-sama berzikir dan berdoa untuk keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara. Sesudahnya, para pendekar saling menunjukkan kepiawaiannya beradu jurus. Tidak hanya di darat, tetapi juga di atas permukaan laut dan di bawah laut, kok bisa?

Memang, jika ditonton dari daratan, para pendekar seolah sedang beradu jurus di atas permukaan air laut. Padahal sejatinya, ada sebuah papan kayu yang disediakan khusus dengan ukuran 6 x 8 meter yang jarak dari permukaan laut sekitar 25 sentimeter.

Sementara para pendekar yang memeragakan jurus silat di bawah laut, dilengkapi dengan tabung gas oksigen. Para pendekar yang juga penyelam itu memeragakan jurus silat di bawah permukaan air laut di kedalaman lima meter.

Baca juga: Karateka Cilik Indonesia Raih Emas di Belgia

Panitia Kegiatan, Ikhwan Arif mengatakan, kegiatan bertajuk Silat on the Sea tersebut merupakan salah satu untuk mempromosikan wisata bahari yang ada di Banyuwangi. Lebih dari itu, juga untuk lebih mengenalkan dan memasyarakatkan olahraga pencak silat ke berbagai penjuru tanah air dan dunia internasional.

”Selain mendongkrak kunjungan wisatawan juga dapat mengangkat derajat budaya asli Indonesia agar lebih dikenal, sekaligus sebagai ajang promosi agar pencak silat bisa dipertandingkan dalam Olimpiade 2020 mendatang,” ungkap Ikhwan, seperti diberitakan Radar Banyuwangi, Senin (19/11/2018).

Baca juga: Suku Bajo di Wakatobi yang Terkenal Ramah

Meski baru pertama digelar, event yang mengolaborasikan silat dengan pariwisata ternyata sangat ditunggu oleh sejumlah wisatawan. Bahkan para wisatawan mancanegara (wisman) juga mengikuti apel pendekar hingga pertunjukan benar-benar tuntas.

Arif  Fauzi, salah seorang wisatawan mengaku sangat terpesona dengan ide kreatif yang memadukan olahraga dengan pariwisata tersebut. Dia tak pernah menduga jika ada pertarungan pencak silat yang diselenggarakan di atas permukaan air laut. ”Saya awalnya penasaran, setelah nonton langsung ternyata juga sangat menarik,” katanya.

Dia juga mengapresiasi perguruan silat yang saling bersatu meskipun mereka saling bertanding. ”Saya juga sempat merinding tadi, kompak, rukun, dan luar biasa,” tandasnya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post