Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Pencak Silat Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO

Foto: Kementerian Luar Negeri RI.

Pencak silat resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO karena menunjukkan aspek yang mendorong penghormatan dan persaudaraan.

KOLOMBIA – KABARE.ID: Pencak Silat resmi ditetapkan sebagai Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO dalam sidang di Bogota, Kolombia, pada Kamis, 12 Desember 2019.

Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO memandang pelestarian Tradisi Pencak Silat telah menunjukkan aspek yang mendorong penghormatan dan persaudaraan serta mendorong kohesi sosial, tidak hanya di satu wilayah, tetapi juga secara nasional bahkan di dunia internasional.

Penetapan Tradisi Pencak Silat dalam Warisan Budaya Takbenda UNESCO merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap arti penting tradisi seni bela diri yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia yang diturunkan dari generasi ke generasi dan yang masih berkembang sampai hari ini.

Dalam pernyataannya, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof. Surya Rosa Putra menyampaikan bahwa tradisi pencak silat bukan hanya sekedar bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari jalan hidup bagi para pelakunya.

Baca juga: Presiden Peru Terpukau oleh Penampilan Angklung

“Pencak Silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan. Meskipun pencak silat mengajarkan teknik menyerang, tetapi yang terpenting adalah pencak silat juga mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan,” ujar Prof Surya dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, yang dikutip Kabare, Jumat (13/12/2019).

Penetapan Tradisi pencak Silat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, merupakan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan baik Pemerintah Pusat dan Daerah maupun berbagai komunitas dan perguruan persilatan di berbagai provinsi di Indonesia.

Upaya tersebut terdiri dari pengumpulan dan pengajuan data, menyelenggarakan berbagai workshop, serta penyusunan dan negosiasi dokumen nominasi.

Ke depan, Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menjaga kelestarian pencak silat, diantaranya melalui pendidikan pencak silat yang tidak hanya fokus pada aspek olah raga/bela diri, tetapi juga sebagai bagian dari kurikulum seni dan budaya. Promosi pencak silat ke berbagai negara juga akan terus diselenggarakan. Saat ini terdapat komunitas, perguruan dan festival pencak silat di 52 negara di dunia. 

Dengan ditetapkannya Pencak Silat, saat ini Indonesia memiliki 11 warisan budaya tak benda UNESCO. Secara keseluruhan Indonesia memiliki 9 situs warisan budaya dan alam, dan 15 cagar biosfer. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar di antara negara-negara ASEAN lainnya.​ (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post